Pria bersenjata pisau tuntut PM Jepang mundur
Kamis, 22 November 2012 - 21:07 WIB
Pria bersenjata pisau tuntut PM Jepang mundur
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria Jepang bersenjatakan sebilah pisau, menyandera lima orang di sebuah bank kecil, Toyokawa Shinkin Bank, di Prefektur Aichi, Jepang, Kamis (22/11/2012). Pria yang berusia sekitar 30-an ini menuntut Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda mundur dari jabatannya.
Seorang juru bicara di Toyokawa Shinkin Bank, membenarkan adanya insiden penyanderaan ini. Namun, ia mengaku tak bisa memberikan rincian lebih lanjut. Sandera terdiri dari 4 karyawan bank dan seorang nasabah wanita.
Pria itu memasuki bank pada sore hari. Ia meminta disediakan makanan, minuman, dan megafon. Polisi mencoba membujuknya untuk menyerah, sebut laporan televisi Jepang, NHK.
Menurut NHK, tidak ada laporan cedera di antara para sandera yang lebih dari empat jam ditawan. Pelaku juga tak menuntut uang, ia hanya meminta logistik untuk 10 hari. Ia juga meminta suplai rokok dan korek api.
"Saya ingin Noda berhenti. Saya ingin mengungkapkan pikiran saya sendiri," sebut laporan NHK mengutip sumber-sumber polisi. Persitiwa ini cukup mengejutkan. Sebab sebelumnya, insiden penyanderaan sangat jarang terjadi di Jepang.
Seorang juru bicara di Toyokawa Shinkin Bank, membenarkan adanya insiden penyanderaan ini. Namun, ia mengaku tak bisa memberikan rincian lebih lanjut. Sandera terdiri dari 4 karyawan bank dan seorang nasabah wanita.
Pria itu memasuki bank pada sore hari. Ia meminta disediakan makanan, minuman, dan megafon. Polisi mencoba membujuknya untuk menyerah, sebut laporan televisi Jepang, NHK.
Menurut NHK, tidak ada laporan cedera di antara para sandera yang lebih dari empat jam ditawan. Pelaku juga tak menuntut uang, ia hanya meminta logistik untuk 10 hari. Ia juga meminta suplai rokok dan korek api.
"Saya ingin Noda berhenti. Saya ingin mengungkapkan pikiran saya sendiri," sebut laporan NHK mengutip sumber-sumber polisi. Persitiwa ini cukup mengejutkan. Sebab sebelumnya, insiden penyanderaan sangat jarang terjadi di Jepang.
(esn)