Jenderal AS yang berkasus dikirim kembali ke Kabul
Kamis, 22 November 2012 - 07:00 WIB
Jenderal AS yang berkasus dikirim kembali ke Kabul
A
A
A
Sindonews.com - Jenderal John Allen, salah satu sosok yang tersangkut kasus perselingkuhan mantan Direktur CIA, David Petraeus, dikirim ke Kabul untuk kembali mengemban tugasnya sebagai Komandan Pasukan NATO di Afghanistan.
"Dia kembali (ke Kabul) hari ini," kata Mayor David Nevers, Juru Bicara Allen pada kantor berita AFP, Rabu (21/11/2012). Allen tersangkut kasus skandal seks Petraeus, karena penyidik FBI mendapati alur komunikasi antara Allen dengan seorang wanita yang juga punya hubungan dengan Petraeus.
Sebelum dinyatakan tersangkut kasus ini, Allen sedang dipromosikan untuk menjabat sebagai Komandan NATO di Eropa. Akibat kasus ini, Presiden AS Barack Obama menunda pencalonan Allen itu.
Allen sendiri mengaku tak bersalah atas tuduhan tersangkut skandal seks Petraeus. Namun, sulit bagi Allen untuk menepis kecurigaan publik, mengingat penyidik FBI menemukan 20 hingga 30 ribu halaman korespondensi antara Allen dengan seorang wanita di kasus skandal seks Petraeus ini.
Di Afghanistan, Allen membawahi sekitar 66 ribu pasukan AS dan 37 ribu pasukan dari negara anggota NATO lainnya.
"Dia kembali (ke Kabul) hari ini," kata Mayor David Nevers, Juru Bicara Allen pada kantor berita AFP, Rabu (21/11/2012). Allen tersangkut kasus skandal seks Petraeus, karena penyidik FBI mendapati alur komunikasi antara Allen dengan seorang wanita yang juga punya hubungan dengan Petraeus.
Sebelum dinyatakan tersangkut kasus ini, Allen sedang dipromosikan untuk menjabat sebagai Komandan NATO di Eropa. Akibat kasus ini, Presiden AS Barack Obama menunda pencalonan Allen itu.
Allen sendiri mengaku tak bersalah atas tuduhan tersangkut skandal seks Petraeus. Namun, sulit bagi Allen untuk menepis kecurigaan publik, mengingat penyidik FBI menemukan 20 hingga 30 ribu halaman korespondensi antara Allen dengan seorang wanita di kasus skandal seks Petraeus ini.
Di Afghanistan, Allen membawahi sekitar 66 ribu pasukan AS dan 37 ribu pasukan dari negara anggota NATO lainnya.
(esn)