AS kecam serangan bom bus kota Tel Aviv
Rabu, 21 November 2012 - 23:40 WIB
AS kecam serangan bom bus kota Tel Aviv
A
A
A
Sindonews.com – Sebagai sekutu kental Israel, Amerika Serikat (AS) langsung merespon serang bom di sebuah bus kota di Tel Aviv, Rabu (21/11/2012) siang. Gedung Putih langsung mengeluarkan pernyataan dan menyebut aksi bom ini sebagai hal yang “keterlaluan”.
Presiden AS, Barack Obama mengutuk aksi bom yang disebutnya, “serangan teroris hari ini". Obama menyatakan, serangan bom terhadap warga sipil Israel tak berdosa adalah hal yang "keterlaluan".
"AS akan berdiri dengan sekutu kami, Israel, dan akan memberikan bantuan apa pun yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan membawa para pelaku serangan ini ke pengadilan," kata pernyataan Gedung Putih seperti dikutip dari Jpost.
Pernyataan soal aksi bom di bus kota ini kian menguatkan peran AS, yang membela penuh Israel dalam setiap konflik dengan Palestina. Sebelumnya, pada hari-hari pertama serangan Israel ke wilayah Palestina di Jalur Gaza, Obama juga membenarkan aksi ini. Menurutnya, Israel berhak melakukan apa pun untuk melindungi warganya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang berada di Timur Tengah untuk menengahi konflik di Gaza, mengaku terkejut dengan aksi pemboman di bus kora ini. Ia pun mengutuk aski ini. "Tidak ada yang membenarkan penargetan warga sipil," kata Ki-moon.
Presiden AS, Barack Obama mengutuk aksi bom yang disebutnya, “serangan teroris hari ini". Obama menyatakan, serangan bom terhadap warga sipil Israel tak berdosa adalah hal yang "keterlaluan".
"AS akan berdiri dengan sekutu kami, Israel, dan akan memberikan bantuan apa pun yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan membawa para pelaku serangan ini ke pengadilan," kata pernyataan Gedung Putih seperti dikutip dari Jpost.
Pernyataan soal aksi bom di bus kota ini kian menguatkan peran AS, yang membela penuh Israel dalam setiap konflik dengan Palestina. Sebelumnya, pada hari-hari pertama serangan Israel ke wilayah Palestina di Jalur Gaza, Obama juga membenarkan aksi ini. Menurutnya, Israel berhak melakukan apa pun untuk melindungi warganya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang berada di Timur Tengah untuk menengahi konflik di Gaza, mengaku terkejut dengan aksi pemboman di bus kora ini. Ia pun mengutuk aski ini. "Tidak ada yang membenarkan penargetan warga sipil," kata Ki-moon.
(esn)