Kepala Polisi Benghazi tewas ditembak
Rabu, 21 November 2012 - 21:15 WIB
Kepala Polisi Benghazi tewas ditembak
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Polisi di Benghazi, Libya, Faraj al-Deirsy tewas setelah diserang oleh orang tak dikenal, Rabu (21/11/2012).
“Serangan ini terjadi di depan rumahnya. Penyerang tak dikenal memukul dan melepaskan tembakan ke Deisry. Usai melakukan aksinya, di penyerang melarikan diri,” kata sebuah sumber di Kepolisian Benghazi, seperti dikutip dari the star.
Sebagai Kepala Polisi, Deisry bertanggungjawab atas keamanan di kota yang terletak di sebelah Timur Libya itu. Kematian Deisry juga dibenarkan oleh seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Libya.
Pembunuhan atas Deisry kian menegaskan, kalau Libya masih tetap dalam kondisi tidak stabil pasca digulingkannya Muammar Gaddafi tahun lalu. Pemerintah Libya berupaya keras untuk melucuti senjata dari kelompok-kelompok militan di negeri itu.
Namun, sebagian besar milisi yang mengambil bagian dalam pemberontakan melawan Gaddafi, menolak untuk meletakkan senjata mereka. Sejumlah kelompok juga menuntut kekuasaan lebih di daerah Timur Libya.
Benghazi sempat menjadi pusat perhatian dunia pada September silam, saat Konsulat AS mendapat serangan hebat. Akibat serangan yang menghantam kantor Konsulat AS itu, empat warga negara AS tewas, termasuk Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens.
“Serangan ini terjadi di depan rumahnya. Penyerang tak dikenal memukul dan melepaskan tembakan ke Deisry. Usai melakukan aksinya, di penyerang melarikan diri,” kata sebuah sumber di Kepolisian Benghazi, seperti dikutip dari the star.
Sebagai Kepala Polisi, Deisry bertanggungjawab atas keamanan di kota yang terletak di sebelah Timur Libya itu. Kematian Deisry juga dibenarkan oleh seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Libya.
Pembunuhan atas Deisry kian menegaskan, kalau Libya masih tetap dalam kondisi tidak stabil pasca digulingkannya Muammar Gaddafi tahun lalu. Pemerintah Libya berupaya keras untuk melucuti senjata dari kelompok-kelompok militan di negeri itu.
Namun, sebagian besar milisi yang mengambil bagian dalam pemberontakan melawan Gaddafi, menolak untuk meletakkan senjata mereka. Sejumlah kelompok juga menuntut kekuasaan lebih di daerah Timur Libya.
Benghazi sempat menjadi pusat perhatian dunia pada September silam, saat Konsulat AS mendapat serangan hebat. Akibat serangan yang menghantam kantor Konsulat AS itu, empat warga negara AS tewas, termasuk Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens.
(esn)