Jet tempur Suriah kembali bombardir pinggiran Damaksus
Rabu, 21 November 2012 - 19:19 WIB
Jet tempur Suriah kembali bombardir pinggiran Damaksus
A
A
A
Sindonews.com – Jet-jet tempur milik Pemerintah Suriah kembali melancarkan serangan di Daraya, pinggiran kota Damaskus, Rabu (21/11/2012). Hingga kini, pertempuran di pinggiran kota antara kaum pemberontak dengan pasukan Pemerintah Suriah sudah memasuki hari kedua.
Jet tempur MiG menghantam daerah Daraya, yang terletak di tengah lahan pertanian dekat jalan raya utama. Stasiun televisi pro Pemerintah Suriah, al-Ekhbariya melaporkan, tentara pemerintah tengah berusaha untuk “membersihkan” daerah Daraya dari kaum pemberontak.
Aktivis oposisi melaporkan, selama dua hari gempuran di Daraya, sudah 23 orang tewas. Korban tewas di Daraya tak hanya berasal dari kaum pemberontak, tapi juga dari warga sipil Daraya.
“Beberapa meninggal akibat terkena pecahan peluru artileri yang menghantam ruang bawah tanah sebuah bangunan tempat berlindung warga,” ujar Abu Kinan , seorang aktivis oposisi, seperti dikutip dari the star.
Meski membombardir Daraya, namun pasukan Pemerintah Suriah belum bisa mengambil alih daerah itu dari tangan pemberontak. Dan, kaum pemberontak memang telah bersumpah tak akan membiarkan Daraya jatuh ke tangan pasukan Pemerintah Suriah.
"Terakhir kali para pemberontak membuat keputusan untuk mundur, yakni setelah aksi pemboman tentara yang membunuh sejumlah warga sipil. Memang masih ada warga sipil yang tersisa di Daraya, tapi sebagian besar telah melarikan. Dan, para pejuang akan mempertahankan wilayah ini," kata Kinan.
Jet tempur MiG menghantam daerah Daraya, yang terletak di tengah lahan pertanian dekat jalan raya utama. Stasiun televisi pro Pemerintah Suriah, al-Ekhbariya melaporkan, tentara pemerintah tengah berusaha untuk “membersihkan” daerah Daraya dari kaum pemberontak.
Aktivis oposisi melaporkan, selama dua hari gempuran di Daraya, sudah 23 orang tewas. Korban tewas di Daraya tak hanya berasal dari kaum pemberontak, tapi juga dari warga sipil Daraya.
“Beberapa meninggal akibat terkena pecahan peluru artileri yang menghantam ruang bawah tanah sebuah bangunan tempat berlindung warga,” ujar Abu Kinan , seorang aktivis oposisi, seperti dikutip dari the star.
Meski membombardir Daraya, namun pasukan Pemerintah Suriah belum bisa mengambil alih daerah itu dari tangan pemberontak. Dan, kaum pemberontak memang telah bersumpah tak akan membiarkan Daraya jatuh ke tangan pasukan Pemerintah Suriah.
"Terakhir kali para pemberontak membuat keputusan untuk mundur, yakni setelah aksi pemboman tentara yang membunuh sejumlah warga sipil. Memang masih ada warga sipil yang tersisa di Daraya, tapi sebagian besar telah melarikan. Dan, para pejuang akan mempertahankan wilayah ini," kata Kinan.
(esn)