Konflik Gaza tenggelamkan usaha Abbas
Rabu, 21 November 2012 - 07:40 WIB
Konflik Gaza tenggelamkan usaha Abbas
A
A
A
Sindonews.com – Konflik yang kembali pecah di Jalur Gaza antara militan Palestina dengan militer Israel seolah menenggelamkan usaha Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk mendapatkan status sebagai negara pengamat non anggota di PBB.
Saat ini, rakyat Palestina cenderung memandang Hamas sebagai penyelamat mereka. “Abbas memiliki sikap politik yang lemah. Keanggotan Palestian di PBB tidak akan mengubah apa pun bagi kami. Jadi, mengapa repot-repot dengan permainan ini?" ujar Rami Daoud (37) seorang warga Palestina seperti dikutip the star.
Baginya, Hamas telah membawa rasa bangga dan martabat. "Mereka bertindak seperti sebuah negara. Hamas telah mengambil alih. Mereka yang bertanggung jawab sekarang,” tandas Daoud.
Pihak-pihak yang mengupayakan terciptanya gencatan senjata juga lebih memandang perlu menjalin komunikasi dengan petinggi Hamas, dibanding berkomunikasi dengan Abbas. Para pemimpin Hamas menerima menteri luar negeri Arab dan Turki di Gaza pada Selasa (20/11/2012). Sebelumnya, mereka juga menyambut Perdana Menteri Mesir dan Menteri Luar Negeri Tunisia.
Hal ini menunjukan, bahwa Abbas yang didukung faksi Fatah menjadi Presiden, tak memiliki kekuasaan di Jalur Gaza dan upaya yang dilakukannya untuk mendapatkan pengakuan PBB adalah hal yang sia-sia.
"Keuntungan diplomatik memperkuat argumen, bahwa Hamas adalah bagian integral dari masa depan wilayah ini. Sementara Otoritas Palestina adalah bagian dari masa lalu," kata Ghassan al-Khatib, seorang akademisi dan mantan juru bicara Abbas.
Abbas memang masih menerima kunjungan delegasi dari luar negeri, seperti yang dilakukannya saat menerima Pejabat dari Kementerian Luar Negeri Inggris di Ramallah, Tepi Barat, Selasa (20/11/2012). Abbas juga dijadwalkan menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton, Rabu (21/11/201) di tempat yang sama.
Tapi, semua itu tak membuat Abbas punya kemampuan untuk mendorong terciptanya gencatan senjata di Jalur Gaza. "Ini hanya menekankan betapa tidak relevannya Abu Mazen dalam masalah di Jalur Gaza," kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon pada Radio Israel. Abu Mazen adalah nama panggilan akrab Abbas.
Saat ini, rakyat Palestina cenderung memandang Hamas sebagai penyelamat mereka. “Abbas memiliki sikap politik yang lemah. Keanggotan Palestian di PBB tidak akan mengubah apa pun bagi kami. Jadi, mengapa repot-repot dengan permainan ini?" ujar Rami Daoud (37) seorang warga Palestina seperti dikutip the star.
Baginya, Hamas telah membawa rasa bangga dan martabat. "Mereka bertindak seperti sebuah negara. Hamas telah mengambil alih. Mereka yang bertanggung jawab sekarang,” tandas Daoud.
Pihak-pihak yang mengupayakan terciptanya gencatan senjata juga lebih memandang perlu menjalin komunikasi dengan petinggi Hamas, dibanding berkomunikasi dengan Abbas. Para pemimpin Hamas menerima menteri luar negeri Arab dan Turki di Gaza pada Selasa (20/11/2012). Sebelumnya, mereka juga menyambut Perdana Menteri Mesir dan Menteri Luar Negeri Tunisia.
Hal ini menunjukan, bahwa Abbas yang didukung faksi Fatah menjadi Presiden, tak memiliki kekuasaan di Jalur Gaza dan upaya yang dilakukannya untuk mendapatkan pengakuan PBB adalah hal yang sia-sia.
"Keuntungan diplomatik memperkuat argumen, bahwa Hamas adalah bagian integral dari masa depan wilayah ini. Sementara Otoritas Palestina adalah bagian dari masa lalu," kata Ghassan al-Khatib, seorang akademisi dan mantan juru bicara Abbas.
Abbas memang masih menerima kunjungan delegasi dari luar negeri, seperti yang dilakukannya saat menerima Pejabat dari Kementerian Luar Negeri Inggris di Ramallah, Tepi Barat, Selasa (20/11/2012). Abbas juga dijadwalkan menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton, Rabu (21/11/201) di tempat yang sama.
Tapi, semua itu tak membuat Abbas punya kemampuan untuk mendorong terciptanya gencatan senjata di Jalur Gaza. "Ini hanya menekankan betapa tidak relevannya Abu Mazen dalam masalah di Jalur Gaza," kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon pada Radio Israel. Abu Mazen adalah nama panggilan akrab Abbas.
(esn)