PPP imbau dunia putuskan hubungan diplomatik dengan Israel
Senin, 19 November 2012 - 18:20 WIB
PPP imbau dunia putuskan hubungan diplomatik dengan Israel
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi di Gaza masih mencekam, Israel terus melancarkan serangannya. Kondisi ini menyita perhatian masyarakat Dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan mengutuk tindakan Israel.
Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menegaskan, melihat serangan mematikan Israel ke Gaza maka sudah sepatutnya negara-negara di dunia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Menurutnya, kebijakan Israel yang terus menggempur Gaza sudah menginjak-injak deklarasi universal hak-hak asasi manusia (HAM).
"Negara-negara di dunia harus memprotes tindakan tersebut dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel," tegas Romy, panggilan akrab Romahurmuziy melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Indonesia sendiri, sambung Romy, bisa mengambil bagian untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza melalui Jalur diplomatik. Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa manfaatkan KTT ASEAN & KTT D-8 untuk menggalang komunike internasional guna mengutuk serangan Israel ke jalur Gaza dan melakukan langkah kongkrit melalui DK-PBB untuk menghentikan langkah ofensif Israel.
Even yang dihadiri presiden itu mewakili komunitas internasional paling berpengaruh saat ini, mengingat kehadiran kepala-kepala negara anggota pemegang veto DK PBB, yaitu China dan AS.
"Bobot komunike internasional ini akan lebih tinggi. Peran SBY sangat konstitusional, karena merupakan upaya Indonesia dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD NRI 1945," ujarnya.
Partai berlambang Ka'bah ini menginstruksikan seluruh kader Partai di Indonesia untuk membaca qunut nazilah di setiap solat fardhu untuk keselamatan warga Palestina yang tengah dianiaya zionis Israel.
"Qunut nazilah senantiasa dibaca Nabi SAW ketika umat Islam teraniaya. Agar kekuatan musuh-musuh Islam tercerai-berai," pungkasnya.
Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menegaskan, melihat serangan mematikan Israel ke Gaza maka sudah sepatutnya negara-negara di dunia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Menurutnya, kebijakan Israel yang terus menggempur Gaza sudah menginjak-injak deklarasi universal hak-hak asasi manusia (HAM).
"Negara-negara di dunia harus memprotes tindakan tersebut dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel," tegas Romy, panggilan akrab Romahurmuziy melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Indonesia sendiri, sambung Romy, bisa mengambil bagian untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza melalui Jalur diplomatik. Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa manfaatkan KTT ASEAN & KTT D-8 untuk menggalang komunike internasional guna mengutuk serangan Israel ke jalur Gaza dan melakukan langkah kongkrit melalui DK-PBB untuk menghentikan langkah ofensif Israel.
Even yang dihadiri presiden itu mewakili komunitas internasional paling berpengaruh saat ini, mengingat kehadiran kepala-kepala negara anggota pemegang veto DK PBB, yaitu China dan AS.
"Bobot komunike internasional ini akan lebih tinggi. Peran SBY sangat konstitusional, karena merupakan upaya Indonesia dalam ikut mewujudkan perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD NRI 1945," ujarnya.
Partai berlambang Ka'bah ini menginstruksikan seluruh kader Partai di Indonesia untuk membaca qunut nazilah di setiap solat fardhu untuk keselamatan warga Palestina yang tengah dianiaya zionis Israel.
"Qunut nazilah senantiasa dibaca Nabi SAW ketika umat Islam teraniaya. Agar kekuatan musuh-musuh Islam tercerai-berai," pungkasnya.
(esn)