Bom hancurkan sebuah minibus di Nairobi
Senin, 19 November 2012 - 16:20 WIB
Bom hancurkan sebuah minibus di Nairobi
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom menghancurkan sebuah minibus dan menewaskan enam orang. Insiden ini terjadi di Nairobi, Kenya, Minggu (18/11/2012). Militan Somalia ditenggarai berada di belakang serangan ini.
"Saya hanya mendengar ledakan, saya pikir saya akan menabrak sesuatu. Mobil tiba-tiba dilemparkan ke atas," kata pengemudi minibus itu, Bernard Kibe, yang selamat dari ledakan. Menurutnya, minibus itu berisi 25 orang.
Militan Somalia memang kerap beraksi di Kenya sebagai bentuk balasan atas sikap Pemerintah Kenya yang turut campur dalam urusan dalam negeri Somalia. Tahun lalu, Pemerintah Kenya mengirim tentara mereka dalam pasukan Uni Afrika yang memberantas pemberontak al Shabaab di Somalia.
Akibat sikap Pemerintah Kenya ini, militan Somalia membalasnya dengan melancarkan serangan-serangan di Nairobi, kota pelabuhan Mombasa, dan Garissa selama satu tahun terakhir.
Ledakan itu dilaporkan begitu kuatnya, sehingga minibus tersebut hanya tinggal kerangka yang hangus terbakar. Selain minibus, ledakan ini juga merusak dua mobil yang berada di lokasi ledakan dan sebuah kafe.
“Ada kemungkinan bom itu diletakan di dalam minibus tersebut. Lima orang meninggal di tempat kejadian dan satu lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas Komandan Kepolisian Nairobi, Moses Ombati, seperti dikutip Reuters.
Sedikit berbeda dengan keterangan polisi, Palang Merah Kenya mengatakan pada akun twitter-nya, bahwa tujuh orang telah tewas dan 24 lainnya dibawa ke rumah sakit akibat ledakan ini.
"Saya hanya mendengar ledakan, saya pikir saya akan menabrak sesuatu. Mobil tiba-tiba dilemparkan ke atas," kata pengemudi minibus itu, Bernard Kibe, yang selamat dari ledakan. Menurutnya, minibus itu berisi 25 orang.
Militan Somalia memang kerap beraksi di Kenya sebagai bentuk balasan atas sikap Pemerintah Kenya yang turut campur dalam urusan dalam negeri Somalia. Tahun lalu, Pemerintah Kenya mengirim tentara mereka dalam pasukan Uni Afrika yang memberantas pemberontak al Shabaab di Somalia.
Akibat sikap Pemerintah Kenya ini, militan Somalia membalasnya dengan melancarkan serangan-serangan di Nairobi, kota pelabuhan Mombasa, dan Garissa selama satu tahun terakhir.
Ledakan itu dilaporkan begitu kuatnya, sehingga minibus tersebut hanya tinggal kerangka yang hangus terbakar. Selain minibus, ledakan ini juga merusak dua mobil yang berada di lokasi ledakan dan sebuah kafe.
“Ada kemungkinan bom itu diletakan di dalam minibus tersebut. Lima orang meninggal di tempat kejadian dan satu lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas Komandan Kepolisian Nairobi, Moses Ombati, seperti dikutip Reuters.
Sedikit berbeda dengan keterangan polisi, Palang Merah Kenya mengatakan pada akun twitter-nya, bahwa tujuh orang telah tewas dan 24 lainnya dibawa ke rumah sakit akibat ledakan ini.
(esn)