Israel gempur Dataran Tinggi Golan
Minggu, 18 November 2012 - 16:20 WIB
Israel gempur Dataran Tinggi Golan
A
A
A
Sindonews.com – Beberapa hari terakhir ini, militer Israel tak hanya menggempur jalur Gaza, tapi juga melepaskan serangan ke Dataran Tinggi Golan yang berbatasan dengan Suriah. Israel menembakkan artileri ke Suriah, sebagai bentuk balasan atas serangan yang datang dari sisi Suriah.
“Serangan yang kami lakukan mungkin telah menewaskan tentara Suriah,” kata pernyataan militer Israel, Minggu (18/11/2012), seperti dikutip dari the star. Militer Israel mengaku tak ada korban dari pihak mereka, atas serangan yang berasal dari wilayah Suriah.
Imbas perang saudara di Suriah memang terasa di beberapa negara tetangga mereka, seperti Israel, Lebanon, dan Turki.
"Ada serangan pada pasukan Israel dan ada reaksi. Dari apa yang saya dengar di media Arab, tampaknya tentara Suriah tewas," ujar Brigadir Jenderal Yoav Mordechai, Kepala Juru Bicara militer Israel, pada Radio Angkatan Darat Israel.
Dia mengatakan, Israel sedang berusaha untuk tidak terseret ke dalam pertempuran antara pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan kaum pemberontak. “Tak mudah untuk menahan diri menghadapi serangan yang masuk ke wilayah Israel. Tapi, kami juga tidak bermaksud untuk memanaskan suasana," kata Mordechai.
Israel merebut wilayah Golan dalam perang tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam tindakan yang tidak pernah diakui dunia internasional. Israel mengajukan keluhan pada PBB atas insiden yang terjadi Sabtu kemarin.
“Serangan yang kami lakukan mungkin telah menewaskan tentara Suriah,” kata pernyataan militer Israel, Minggu (18/11/2012), seperti dikutip dari the star. Militer Israel mengaku tak ada korban dari pihak mereka, atas serangan yang berasal dari wilayah Suriah.
Imbas perang saudara di Suriah memang terasa di beberapa negara tetangga mereka, seperti Israel, Lebanon, dan Turki.
"Ada serangan pada pasukan Israel dan ada reaksi. Dari apa yang saya dengar di media Arab, tampaknya tentara Suriah tewas," ujar Brigadir Jenderal Yoav Mordechai, Kepala Juru Bicara militer Israel, pada Radio Angkatan Darat Israel.
Dia mengatakan, Israel sedang berusaha untuk tidak terseret ke dalam pertempuran antara pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan kaum pemberontak. “Tak mudah untuk menahan diri menghadapi serangan yang masuk ke wilayah Israel. Tapi, kami juga tidak bermaksud untuk memanaskan suasana," kata Mordechai.
Israel merebut wilayah Golan dalam perang tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam tindakan yang tidak pernah diakui dunia internasional. Israel mengajukan keluhan pada PBB atas insiden yang terjadi Sabtu kemarin.
(esn)