Inggris ingin kejelasan soal oposisi Suriah
Sabtu, 17 November 2012 - 11:30 WIB
Inggris ingin kejelasan soal oposisi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Inggris mengaku ingin tahu lebih banyak soal rencana yang disusun oleh pihak oposisi Suriah, sebelum Inggris secara resmi mengakui koalisi oposisi Suriah sebagai perwakilan resmi negeri itu. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, Jumat (16/11/2012).
"Kami ingin memasuki tahap awal untuk mengenali mereka sebagai wakil sah satu-satunya rakyat Suriah," kata Hague kepada wartawan. "Kita perlu jaminan dari mereka, apakah mereka adalah bagian dari semua lapisan masyarakat Suriah," lanjutnya.
Koalisi oposisi Suriah dibentuk di Doha pada akhir pekan lalu. Koalisi dibentuk untuk menyatukan gerakan yang mencoba untuk menggulingkan rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan pengakuan internasional.
Anggota koalisi, termasuk pemimpinnya Mouaz Alkhatib, akan bertemu dengan para pejabat negara-negara Barat di Den Haag, Belanda. Koalisi ini juga akan mengunjungi Paris, Perancis. Perancis menjadi kekuatan Eropa pertama yang mengakui koalisi ini.
Hague meminta koalisi oposisi Suriah untuk memantapkan rencana mereka bagi rakyat Suriah. “Kami mendesak koalisi untuk menetapkan rencana yang kredibel untuk transisi politik dan memperluas dukungan di antara rakyat Suriah sebagai kondisi untuk pengakuan resmi Inggris,” tandas Haque.
"Kami ingin memasuki tahap awal untuk mengenali mereka sebagai wakil sah satu-satunya rakyat Suriah," kata Hague kepada wartawan. "Kita perlu jaminan dari mereka, apakah mereka adalah bagian dari semua lapisan masyarakat Suriah," lanjutnya.
Koalisi oposisi Suriah dibentuk di Doha pada akhir pekan lalu. Koalisi dibentuk untuk menyatukan gerakan yang mencoba untuk menggulingkan rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan pengakuan internasional.
Anggota koalisi, termasuk pemimpinnya Mouaz Alkhatib, akan bertemu dengan para pejabat negara-negara Barat di Den Haag, Belanda. Koalisi ini juga akan mengunjungi Paris, Perancis. Perancis menjadi kekuatan Eropa pertama yang mengakui koalisi ini.
Hague meminta koalisi oposisi Suriah untuk memantapkan rencana mereka bagi rakyat Suriah. “Kami mendesak koalisi untuk menetapkan rencana yang kredibel untuk transisi politik dan memperluas dukungan di antara rakyat Suriah sebagai kondisi untuk pengakuan resmi Inggris,” tandas Haque.
(esn)