Hari ini, Menlu Tunisia akan kunjungi Gaza
Sabtu, 17 November 2012 - 10:30 WIB
Hari ini, Menlu Tunisia akan kunjungi Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, Menteri Luar Negeri Tunisia, Rafik Abdessalem akan mengunjungi Gaza, Sabtu (17/11/2012). Kepastian ini disampaikan oleh Presiden Tunisia, Moncef Marzouki, Jumat (16/11/2012).
"Kami sudah memberitahu pemerintahan di Gaza, bahwa sebuah delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri dan Kepala Staf Presiden Tunisia akan dikirim ke Gaza," kata Marzouki seperti dikutip dari Xinhua. Marzouki sendiri menyebut aksi militer Israel sebagai tindakan barbar.
Marzouki juga mengaku sudah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh untuk mengetahui perkembangan terbaru di Jalur Gaza, yang selama beberapa hari terakhir ini digempur serangan udara Israel.
Marzouki menyatakan, solidaritas warga Tunisia dengan perjuangan rakyat Palestina dan mendesak dunia internasional untuk menghentikan aksi itu. Ia menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan adopsi dari sanksi yang diperlukan terhadap Israel.
Tunisia telah memiliki hubungan dekat dengan Palestina selama bertahun-tahun. Tunisia menjadi tempat berlindung para petinggi Organisasi Pembebasan Palestina antara tahun 1982 dan 1994, setelah mereka diusir dari Libanon.
"Kami sudah memberitahu pemerintahan di Gaza, bahwa sebuah delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri dan Kepala Staf Presiden Tunisia akan dikirim ke Gaza," kata Marzouki seperti dikutip dari Xinhua. Marzouki sendiri menyebut aksi militer Israel sebagai tindakan barbar.
Marzouki juga mengaku sudah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh untuk mengetahui perkembangan terbaru di Jalur Gaza, yang selama beberapa hari terakhir ini digempur serangan udara Israel.
Marzouki menyatakan, solidaritas warga Tunisia dengan perjuangan rakyat Palestina dan mendesak dunia internasional untuk menghentikan aksi itu. Ia menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan adopsi dari sanksi yang diperlukan terhadap Israel.
Tunisia telah memiliki hubungan dekat dengan Palestina selama bertahun-tahun. Tunisia menjadi tempat berlindung para petinggi Organisasi Pembebasan Palestina antara tahun 1982 dan 1994, setelah mereka diusir dari Libanon.
(esn)