Biksu Inggris bakar diri di Prancis
Sabtu, 17 November 2012 - 08:00 WIB
Biksu Inggris bakar diri di Prancis
A
A
A
Sindonews.com – Seorang biksu Budha berkewarganegaraan Inggris melakukan aksi bakar diri di sebuah biara Budha-Tibet di Prancis, Kamis (15/11/2012). Biksu berusia 38 tahun yang tak disebutkan namanya itu, telah tinggal selama 5 tahun terakhir di biara Nalanda yang terletak di sebuah desa, Barat Daya Labastide-Saint-Georges.
“Dia menuangkan bensin ke pakaiannya, lalu membakar dirinya hingga tewas. Aksi bakar diri ini dilakukan di taman biara itu,” kata seorang petugas kepolisian setempat, seperti dikutip dari news.com.au, Jumat (16/11/2012).
Saat ini, polisi masih mencari tahu, apakah tindakan ini adalah bentuk depresi korban atau sebuah tindakan solidaritas bagi warga Tibet di China.
Biara itu sendiri merupakan rumah bagi 25 biksu dan 20 orang lainnya. Biara ini menyebut diri sebagai biara unik bagi biarawan Barat dalam tradisi Geluk Tibet.
Jika benar ini adalah aksi solidaritas dan bentuk protes atas penindasan warga Tibet oleh pemerintah China, maka kematian biksu Inggris ini menambah panjang daftar korban tewas akibat aksi bakar diri.
Sejak Maret 2011, lebih dari 30 orang melakukan aksi bakar diri sebagai bentuk protes pada Pemerintah China. Warga Tibet merasa Pemerintah China telah melakukan penindasan terhadap agama dan budaya mereka.
“Dia menuangkan bensin ke pakaiannya, lalu membakar dirinya hingga tewas. Aksi bakar diri ini dilakukan di taman biara itu,” kata seorang petugas kepolisian setempat, seperti dikutip dari news.com.au, Jumat (16/11/2012).
Saat ini, polisi masih mencari tahu, apakah tindakan ini adalah bentuk depresi korban atau sebuah tindakan solidaritas bagi warga Tibet di China.
Biara itu sendiri merupakan rumah bagi 25 biksu dan 20 orang lainnya. Biara ini menyebut diri sebagai biara unik bagi biarawan Barat dalam tradisi Geluk Tibet.
Jika benar ini adalah aksi solidaritas dan bentuk protes atas penindasan warga Tibet oleh pemerintah China, maka kematian biksu Inggris ini menambah panjang daftar korban tewas akibat aksi bakar diri.
Sejak Maret 2011, lebih dari 30 orang melakukan aksi bakar diri sebagai bentuk protes pada Pemerintah China. Warga Tibet merasa Pemerintah China telah melakukan penindasan terhadap agama dan budaya mereka.
(esn)