Suu Kyi berharap India bantu Myanmar

Kamis, 15 November 2012 - 10:00 WIB
Suu Kyi berharap India...
Suu Kyi berharap India bantu Myanmar
A A A
Sindonews.com – Pemimpin oposisi Myanmar yang juga anggota Parlemen Myanmar, Aung San Suu Kyi mendesak India untuk membantu negaranya mencapai tahapan demokrasi yang sempurna. Harapan ini disampaikan Suu kyi saat mengunjungi India dan bertemu dengan Perdana Menteri India, Manmohan Singh, Rabu (14/11/2012).

Ini adalah kunjungan pertama Suu Kyi dalam kurun 40 tahun. "Kami belum mencapai tujuan demokrasi dan kami masih berusaha. Kami berharap rakyat India akan berdiri di belakang kami dan berjalan bersama kami,” ujar Suu Kyi seperti dikutip dari BBC.co.uk.

Pemimpin oposisi Myanmar itu juga mengungkapkan penyesalan, bahwa India terlibat dengan penguasa militer Myanmar pada 1990-an, setelah sempat mendukung perjuangan Myanmar untuk masuk ke iklim demokrasi.

"Saya sedih merasa bahwa kami telah ditarik menjauh dari India. Atau lebih tepatnya, India telah menarik diri dari kami selama hari-hari kami yang sangat sulit," katanya pada kuliah tahunan untuk mengenang Perdana Menteri pertama India pasca kemerdekaan, Jawaharlal Nehru. Ayah Suu Kyi, Jenderal Aung San, adalah teman dekat Nehru.
(esn)
Berita Terkait
Pengakuan Eks Polisi...
Pengakuan Eks Polisi Myanmar: Tembak Mereka Sampai Mati
Hindari Konflik, Puluhan...
Hindari Konflik, Puluhan Warga Myanmar Coba Menyeberang ke India
Myanmar Desak India...
Myanmar Desak India Kembalikan 8 Polisi yang Lari karena Tolak Kudeta
Myanmar Dilanda Pertumpahan...
Myanmar Dilanda Pertumpahan Darah, 1.000 Orang Lebih Kabur ke India
270 Warga India Terlibat...
270 Warga India Terlibat Penipuan Online, Lari dari Thailand ke Myanmar Lalu Dipulangkan
India Deportasi Lebih...
India Deportasi Lebih dari 150 Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
38 menit yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
1 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
2 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
3 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
4 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved