Korut dan Pakistan tandai 40 tahun hubungan diplomatik
Rabu, 14 November 2012 - 15:35 WIB
Korut dan Pakistan tandai 40 tahun hubungan diplomatik
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Pak Ui Chun mengirimkan sebuah surat yang menandai 40 tahun hubungan diplomatik antara Korut dan Pakistan.
Seperti dilansir KCNA, Rabu (14/11/201), Chun menyampaikan surat tersebut kepada Menteri Luar Negeri Pakistan, Hina Rabbani Khar.
"Hubungan diplomatik yang telah dijalin oleh Korut dan Pakistan sejak 40 tahun yang lalu, terus berkembang menjadi sebuah ikatan persahabatan dan kerjasama yang luas, seperti politik, ekonomi, budaya, dan berbagai bidang," ungkap Chun dalam surat tersebut.
"Hubungan diplomatik ini juga membuat Korut dan Pakistan saling mendukung dan bekerjasama di arena internasional," imbuh Chun.
Chun meyakini, bahwa kedepannya hubungan persahabatan dan kerjasama antara Korut dan Palestina akan tumbuh semakin kuat.
Hubungan diplomatik antara Pakistan dan Korut terjalin sejak Perdana Menteri Pakistan, Zulfikar Ali Bhutto dan Menteri Luar Negeri Pakistan Yahya Khan mengunjungi Pyongyang pada 18 September 1971.
Menghadapi kemungkinan perang, Pakistan yang sedang terus mengalami ketegangan hubungan dengan India, berusaha mendapatkan pasokan senjata dari Korut untuk memperkuat angkatan bersenjatanya.
Seperti dilansir KCNA, Rabu (14/11/201), Chun menyampaikan surat tersebut kepada Menteri Luar Negeri Pakistan, Hina Rabbani Khar.
"Hubungan diplomatik yang telah dijalin oleh Korut dan Pakistan sejak 40 tahun yang lalu, terus berkembang menjadi sebuah ikatan persahabatan dan kerjasama yang luas, seperti politik, ekonomi, budaya, dan berbagai bidang," ungkap Chun dalam surat tersebut.
"Hubungan diplomatik ini juga membuat Korut dan Pakistan saling mendukung dan bekerjasama di arena internasional," imbuh Chun.
Chun meyakini, bahwa kedepannya hubungan persahabatan dan kerjasama antara Korut dan Palestina akan tumbuh semakin kuat.
Hubungan diplomatik antara Pakistan dan Korut terjalin sejak Perdana Menteri Pakistan, Zulfikar Ali Bhutto dan Menteri Luar Negeri Pakistan Yahya Khan mengunjungi Pyongyang pada 18 September 1971.
Menghadapi kemungkinan perang, Pakistan yang sedang terus mengalami ketegangan hubungan dengan India, berusaha mendapatkan pasokan senjata dari Korut untuk memperkuat angkatan bersenjatanya.
(esn)