Aparat Paraguay gagalkan penyelundupkan 1,7 ton narkoba
Senin, 12 November 2012 - 11:20 WIB
Aparat Paraguay gagalkan penyelundupkan 1,7 ton narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Agen pemberantasan narkotik Paraguay (Senad) berhasil menggagalkan penyelundupan 1,7 ton kokain. Semula, kokain ini akan diselundupakn ke Brasil.
Senad mengatakan, mereka berhasil menyita 1,7 ton kokain dan sejumlah senjata kecil dari sebuah pesawat kecil yang siap lepas landas di sebuah peternakan yang terletak di kota Canindeyu.
Senad menangkap 20 orang pengedar narkotik, dua di antaranya adalah gembong narkotik yang paling dicari di Paraguay, Ezequiel de Souza dan raja obat bius Bolivia, Marco Antonio Rocca Ali atau El Presi.
Saat ini, agen Senad masih melakukan penyisiran di hutan yang terletak di sekitar peternakan. Mereka berharap dapat menemukan sejumlah kokain yang dikubur di bawah tanah.
Presiden Paraguay, Federico Franco, mengucapkan selamat kepada 40 agen Senad yang ambil bagian dalam operasi penyitaan ini. Jumlah narkotik yang berhasil disita merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2012 ini.
"Penangkapan terbesar ini akan menjadi pemberitaan di manca negara, Paraguay merupakan negara berdaulat, bukan negara pengedar narkotika," ungkap Francos.
"Pemerintah Paraguay berkomitmen memerangi peredaran narkoba," lanjut Francos.
Senad mengatakan, mereka berhasil menyita 1,7 ton kokain dan sejumlah senjata kecil dari sebuah pesawat kecil yang siap lepas landas di sebuah peternakan yang terletak di kota Canindeyu.
Senad menangkap 20 orang pengedar narkotik, dua di antaranya adalah gembong narkotik yang paling dicari di Paraguay, Ezequiel de Souza dan raja obat bius Bolivia, Marco Antonio Rocca Ali atau El Presi.
Saat ini, agen Senad masih melakukan penyisiran di hutan yang terletak di sekitar peternakan. Mereka berharap dapat menemukan sejumlah kokain yang dikubur di bawah tanah.
Presiden Paraguay, Federico Franco, mengucapkan selamat kepada 40 agen Senad yang ambil bagian dalam operasi penyitaan ini. Jumlah narkotik yang berhasil disita merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2012 ini.
"Penangkapan terbesar ini akan menjadi pemberitaan di manca negara, Paraguay merupakan negara berdaulat, bukan negara pengedar narkotika," ungkap Francos.
"Pemerintah Paraguay berkomitmen memerangi peredaran narkoba," lanjut Francos.
(esn)