Assad : Hidup dan mati saya di Suriah
Jum'at, 09 November 2012 - 14:46 WIB
Assad : Hidup dan mati saya di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa ia akan hidup dan mati di Suriah. Bashar juga memperingatkan bahwa jika ia terguling dari kekuasanya maka bencana akan terjadi di Timur Tengah dan sekitarnya.
"Hanya ini satu-satunya tempat bagi kami untuk hudup. Saya bukan boneka . Saya tidak dilahirkan di negara barat atau negara manapun dan saya tidak akan berpihak pada negara manapun. Saya merupakan warga Suriah dan saya harus hidup dan mati di negara ini," ungkap Assad seperti diberitakan dalam RT, Jumat (9/11/2012).
Assad nampaknya tidak takut menghadapi berbagai pemberontakan, dia juga menolak ide yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron yang mengusulkan agar Assad mengasingkan diri keluar negeri.
David Cameron juga kerap membujuk Assad mundur dari jabatanya untuk mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama 20 bulan ini.
Assad mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ingin memimpin Suriah, namun mereka menarik kembali dukungan sejata bagi pihak yang melakukan penentangan. Mereka juga menetapkan zona larangan terbang, dan ingin melancarkan invasi ke Suriah.
"Saya ragu negara barat mau menanggung risiko global yang ditimbulkan jika invasi tersebut dilancarkan. Jika invasi tersebut benar-benar dilancarkan maka akan menimbulkan efek domino, invasi tidak hanya berdampak di Timur Tengah, tapi akan merembet wilayah Atlantic hingga Pasifik," ungkap Assad.
Kepada Rusia today, Assad mengaku terakhir kali dia berkunjung ke negara barat sebelum krisis terjadi di Suriah.
Kepada Assad, Rusia today melontarkan pertanyaan apakah dalam kunjungan tersebut ada pihak yang mengatakan secara langsung ataupun tidak langsung agar ia mundur dari jabatannya guna menciptakan perdamaian di Suriah?
“ Mundur sebagai presiden menyangkut masalah kedaulatan, hanya rakyat Suriah yang berhak membahas hal tersebut, siapapun orang yang angkat bicara tentang Suriah jika bukan orang Suriah maka hanya omong kosong," jawab Assad.
"Hanya ini satu-satunya tempat bagi kami untuk hudup. Saya bukan boneka . Saya tidak dilahirkan di negara barat atau negara manapun dan saya tidak akan berpihak pada negara manapun. Saya merupakan warga Suriah dan saya harus hidup dan mati di negara ini," ungkap Assad seperti diberitakan dalam RT, Jumat (9/11/2012).
Assad nampaknya tidak takut menghadapi berbagai pemberontakan, dia juga menolak ide yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron yang mengusulkan agar Assad mengasingkan diri keluar negeri.
David Cameron juga kerap membujuk Assad mundur dari jabatanya untuk mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama 20 bulan ini.
Assad mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ingin memimpin Suriah, namun mereka menarik kembali dukungan sejata bagi pihak yang melakukan penentangan. Mereka juga menetapkan zona larangan terbang, dan ingin melancarkan invasi ke Suriah.
"Saya ragu negara barat mau menanggung risiko global yang ditimbulkan jika invasi tersebut dilancarkan. Jika invasi tersebut benar-benar dilancarkan maka akan menimbulkan efek domino, invasi tidak hanya berdampak di Timur Tengah, tapi akan merembet wilayah Atlantic hingga Pasifik," ungkap Assad.
Kepada Rusia today, Assad mengaku terakhir kali dia berkunjung ke negara barat sebelum krisis terjadi di Suriah.
Kepada Assad, Rusia today melontarkan pertanyaan apakah dalam kunjungan tersebut ada pihak yang mengatakan secara langsung ataupun tidak langsung agar ia mundur dari jabatannya guna menciptakan perdamaian di Suriah?
“ Mundur sebagai presiden menyangkut masalah kedaulatan, hanya rakyat Suriah yang berhak membahas hal tersebut, siapapun orang yang angkat bicara tentang Suriah jika bukan orang Suriah maka hanya omong kosong," jawab Assad.
(esn)