ICRC kesulitan jangkau korban di Suriah
Kamis, 08 November 2012 - 19:48 WIB
ICRC kesulitan jangkau korban di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Peter Maurer, mengaku angkat tangan menghadapi situasi yang semakin memburuk di Suriah.
"Situasi yang terjadi di lapangan terus memburuk dan ruang lingkup operasi penanganan bantuan terus meluas setiap harinya," ungkap Maurer, seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (8/11/2012).
Maurer menambahkan, saat ini di sejumlah tempat banyak yang kekurangan bantuan. Padahal, banyak orang membutuhkan bantuan tersebut. Jumlah korban terus meningkat, sementara lokasi konflik terus meluas setiap harinya dan ICRC kesulitan untuk menjangkau para korban.
"ICRC tidak tahu berapa banyak korban yang membutuhkan bantuan, namun tidak dapat kami jangkau," imbuh Maurer.
ICRC mengaku tidak bisa masuk ke wilayah yang jadi lokasi baku tembak antara militer dan pemberontak Suriah, contohnya Aleppo. Wilayah tersebut terlalu beresiko bagi tim medis dan relawan ICRC. Seperti diketahui, Pemerintah Suriah tidak memberikan akses secara bebas bagi ICRC untuk beraktivitas di Suriah.
"Situasi yang terjadi di lapangan terus memburuk dan ruang lingkup operasi penanganan bantuan terus meluas setiap harinya," ungkap Maurer, seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (8/11/2012).
Maurer menambahkan, saat ini di sejumlah tempat banyak yang kekurangan bantuan. Padahal, banyak orang membutuhkan bantuan tersebut. Jumlah korban terus meningkat, sementara lokasi konflik terus meluas setiap harinya dan ICRC kesulitan untuk menjangkau para korban.
"ICRC tidak tahu berapa banyak korban yang membutuhkan bantuan, namun tidak dapat kami jangkau," imbuh Maurer.
ICRC mengaku tidak bisa masuk ke wilayah yang jadi lokasi baku tembak antara militer dan pemberontak Suriah, contohnya Aleppo. Wilayah tersebut terlalu beresiko bagi tim medis dan relawan ICRC. Seperti diketahui, Pemerintah Suriah tidak memberikan akses secara bebas bagi ICRC untuk beraktivitas di Suriah.
(esn)