Obama akan buka kesempatan perundingan nuklir dengan Iran?
Kamis, 08 November 2012 - 15:49 WIB
Obama akan buka kesempatan perundingan nuklir dengan Iran?
A
A
A
Sindonews.com – Terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), diprediksi akan membuka kesempatan perundiangan baru dengan Iran, terkait program nuklir Iran.
Mantan pejabat keamanan AS, Gary Sick, mengatakan, selama empat tahun pemerintahan Obama, Presiden bersikap sangat hati-hati dalam menangani masalah program nuklir Iran. Obama juga memutus beberapa kesepakatan, terkait nuklir Iran.
Bulan lalu, Gedung Putih mempertimbangkan untuk melemparkan opsi pembicaraan bilateral dengan Iran, untuk membahas masalah program nuklir Iran. Seperti diketahui, AS dan Iran tidak pernah menjalin hubungan diplomatik setelah tiga dekade yang lalu.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak dalam sebuah wawancara televisi, Rabu (7/11/2012) lalu, mengatakan, Israel tidak akan menentang perundingan antara AS dan Iran, sejauh perundingan tersebut dalam batasan yang ketat.
"Namun, situasi akan berbalik menjadi berbahaya jika Iran menarik diri perundingan selama berbulan-bulan atau setahun, hal tersebut bisa memicu ketegangan hubungan," imbuh Barak.
Karim Sadjadpour dari Asosiasi Perdamaian Internasional, Carnegie Endowment, mengatakan Obama adalah sosok Presiden yang keras bagi Iran. Sebab, Obama telah membuat Iran menghadapi berbagai masalah. Obama berupaya menekan Iran dan membuat masyarakat Internasional bersatu melawan Iran.
Mantan pejabat keamanan AS, Gary Sick, mengatakan, selama empat tahun pemerintahan Obama, Presiden bersikap sangat hati-hati dalam menangani masalah program nuklir Iran. Obama juga memutus beberapa kesepakatan, terkait nuklir Iran.
Bulan lalu, Gedung Putih mempertimbangkan untuk melemparkan opsi pembicaraan bilateral dengan Iran, untuk membahas masalah program nuklir Iran. Seperti diketahui, AS dan Iran tidak pernah menjalin hubungan diplomatik setelah tiga dekade yang lalu.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak dalam sebuah wawancara televisi, Rabu (7/11/2012) lalu, mengatakan, Israel tidak akan menentang perundingan antara AS dan Iran, sejauh perundingan tersebut dalam batasan yang ketat.
"Namun, situasi akan berbalik menjadi berbahaya jika Iran menarik diri perundingan selama berbulan-bulan atau setahun, hal tersebut bisa memicu ketegangan hubungan," imbuh Barak.
Karim Sadjadpour dari Asosiasi Perdamaian Internasional, Carnegie Endowment, mengatakan Obama adalah sosok Presiden yang keras bagi Iran. Sebab, Obama telah membuat Iran menghadapi berbagai masalah. Obama berupaya menekan Iran dan membuat masyarakat Internasional bersatu melawan Iran.
(esn)