3 warga Tibet meninggal usai bakar diri
Kamis, 08 November 2012 - 13:11 WIB
3 warga Tibet meninggal usai bakar diri
A
A
A
Sindonews.com - Tiga orang biksu dan seorang wanita di Tibet dilaporkan melakukan aksi Bakar diri, Rabu (8/11/2012) di Kota Aba di Provinsi Sichuan. Aksi bakar diri ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah China yang dianggap menekan hak-hak warga Tibet.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (8/11/2012) salah satu dari tiga biksu tersebut tewas seketika, sementara seorang orang biksu lainya tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.
Nasib yang sama juga terjadi pada wanita yang diidentifikasi bernama Tso Tamding (23). Ibu satu anak yang berasal dari provinsi Qinghai akhinya meninggal dunia setelah dilarikan kerumah sakit.
Insiden ini terjadi sehari sebelum Partai Komunis China membuka kongres di Beijing untuk memulali proses mentransfer kekuasaan kepada pemimpin generasi baru.
Aksi bakar diri yang dilakukan oleh warga Tibet sempat mengusik perhatian PBB. Pasalnya, aksi bakar diri yang dilakukan warga Tibet terus meningkat. Sejak Maret tahun lalu. PBB meminta Pemerintah China untuk bisa mengatasi masalah lama yang melanda negeri itu.
Aksi bakar diri menjadi sebuah cara bagi beberapa orang untuk meluapkan kekesalam pada Pemerintah China. Karena banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (8/11/2012) salah satu dari tiga biksu tersebut tewas seketika, sementara seorang orang biksu lainya tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.
Nasib yang sama juga terjadi pada wanita yang diidentifikasi bernama Tso Tamding (23). Ibu satu anak yang berasal dari provinsi Qinghai akhinya meninggal dunia setelah dilarikan kerumah sakit.
Insiden ini terjadi sehari sebelum Partai Komunis China membuka kongres di Beijing untuk memulali proses mentransfer kekuasaan kepada pemimpin generasi baru.
Aksi bakar diri yang dilakukan oleh warga Tibet sempat mengusik perhatian PBB. Pasalnya, aksi bakar diri yang dilakukan warga Tibet terus meningkat. Sejak Maret tahun lalu. PBB meminta Pemerintah China untuk bisa mengatasi masalah lama yang melanda negeri itu.
Aksi bakar diri menjadi sebuah cara bagi beberapa orang untuk meluapkan kekesalam pada Pemerintah China. Karena banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
(esn)