Cameron: PBB biarkan konflik Suriah
Selasa, 06 November 2012 - 14:57 WIB
Cameron: PBB biarkan konflik Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Inggris, David Cameron menuduh PBB membiarkan konflik Suriah berlarut dan menuduh Rusia dan China adalah pihak yang harus disalahkan atas semua ini.
"Saya takut PBB akan membiarkan durnia tenggelam dan ini terjadi karena dua anggota tetap PBB, yakni China dan Rusia. Sampai saat ini belum ada sebuah resolusi PBB yang kuat untuk mengutuk aksi yang dilakukan oleh Presiden Suriah terhadap rakyat dan para pendukung transisi politik di Suriah," ungkap Cameron saat mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA).
Seperti diberitakan dalam RIA Novosti, Selasa (6/11/2012), tuduhan tersebut disampaikan Cameron saat mengujungi Universitas Zayed di Abu Dhabi, UEA.
Di hadapan sejumlah siswa di Universitas Zayed, Cameron juga mengatakan kalau Inggris dan UEA harus bekerjasama melakukan berbagai hal untuk mencegah diktator Suriah melakukan lebih banyak pembunuhan terhadap rakyatnya.
"Presidan Suriah Bashar al-Assad harus berhenti dari kekuasanya," imbuh Cameron.
Konflik berdarah di Suriah yang telah berlangsung selama hampir 20 bulan ini telah menewaskan sedikitnya 36 ribu orang dari pihak sipil, militer, dan pemberontak Suriah.
Seperti diketahui, sampai saat itu belum ada titik temu yang bisa mendamaikan pemerintah dan pemberontak Suriah. Gencatan senjata yang dianggap sebagai titik awal dialog antara dua belah pihak, hingga kini belum juga terwujud.
"Saya takut PBB akan membiarkan durnia tenggelam dan ini terjadi karena dua anggota tetap PBB, yakni China dan Rusia. Sampai saat ini belum ada sebuah resolusi PBB yang kuat untuk mengutuk aksi yang dilakukan oleh Presiden Suriah terhadap rakyat dan para pendukung transisi politik di Suriah," ungkap Cameron saat mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA).
Seperti diberitakan dalam RIA Novosti, Selasa (6/11/2012), tuduhan tersebut disampaikan Cameron saat mengujungi Universitas Zayed di Abu Dhabi, UEA.
Di hadapan sejumlah siswa di Universitas Zayed, Cameron juga mengatakan kalau Inggris dan UEA harus bekerjasama melakukan berbagai hal untuk mencegah diktator Suriah melakukan lebih banyak pembunuhan terhadap rakyatnya.
"Presidan Suriah Bashar al-Assad harus berhenti dari kekuasanya," imbuh Cameron.
Konflik berdarah di Suriah yang telah berlangsung selama hampir 20 bulan ini telah menewaskan sedikitnya 36 ribu orang dari pihak sipil, militer, dan pemberontak Suriah.
Seperti diketahui, sampai saat itu belum ada titik temu yang bisa mendamaikan pemerintah dan pemberontak Suriah. Gencatan senjata yang dianggap sebagai titik awal dialog antara dua belah pihak, hingga kini belum juga terwujud.
(esn)