AS dituduh ajarkan internet pada kaum pembangkang Kuba

Sabtu, 03 November 2012 - 16:44 WIB
AS dituduh ajarkan internet...
AS dituduh ajarkan internet pada kaum pembangkang Kuba
A A A
Sindonews.com – Kuba menuduh Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengajarkan penggunaan internet pada kaum pembangkang Kuba. Kuba menganggap, pengenalan internet pada kaum pembangkang adalah bagian dari usaha AS untuk meruntuhkan Pemerintah komunis Kuba.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian Luar Negeri Kuba mengatakan, AS telah mempromosikan, memberikan pembiayaan, dan memasok para penentang Pemerintah Kuba dengan media yang beragam.

Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Sabtu (3/11/2012), Pemerintah Kuba menyalahkan diplomat AS yang berada di Kedutaan Besar Swiss di Havana. Para diplomat inilah yang dituding telah mengajarkan akses internet pada para aktivis penentang Pemerintahan komunis Kuba.

“Mereka telah menghasut orang-orang untuk melakukan tindakan provokatif dan bertindak terhadap aturan konstitusi Kuba,” sebut pernyataan Kemenlu Kuba yang dimuat dalam surat kabar resmi pemerintah, Granma.

Selama ini, akses internet di Kuba memang sangat dibatasi. Karenanya, para aktivis penentang pemerintah mencari cara untuk bisa mengakses internet.

Tudingan Pemerintah Kuba ini dibantah oleh AS. Pihak AS mengaku hanya memberi akses menggunakan komputer dan memberi kursus gratis tentang cara menggunakan internet.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, mengatakan, AS memang menawarkan akses ke komputer dan kursus internet gratis untuk Kuba. Hal yang dilakukan AS pada semua misi di seluruh dunia. Tapi, Nuland membantah bahwa diplomat AS berusaha untuk menumbangkan Pemerintah Kuba.

“AS mempromosikan kebebasan akses informasi di seluruh dunia. Jelas ini tidak akan diperlukan, jika pemerintah Kuba tidak membatasi akses ke internet dan mencegah warga negaranya untuk mendapatkan pelatihan teknologi," kata.

Kuba dan AS memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 1961, tetapi tetap mempertahankan sejumlah diplomat di ibukota masing-masing selama tiga dekade terakhir untuk memberikan pelayanan konsuler dan menangani isu-isu bilateral.

Tiga tahun lalu, seorang kontraktor AS divonis penjara selama 15 tahun karena mendistribusikan laptop dan bahan elektronik untuk komunitas Yahudi di negara kepulauan itu.
(esn)
Berita Terkait
Dituduh Terima 300 Drone...
Dituduh Terima 300 Drone dari Rusia, Kuba Bersumpah Akan Musnahkan Penjajah AS
Raul Castro Mengundurkan...
Raul Castro Mengundurkan Diri Sebagai Ketua Partai Komunis Kuba
Rusia: AS Terus Mencekik...
Rusia: AS Terus Mencekik Kuba
Jenderal Bolivia yang...
Jenderal Bolivia yang Menangkap Che Guevara Meninggal Dunia
AS Pertimbangkan Masukkan...
AS Pertimbangkan Masukkan Kembali Kuba ke Daftar Negara Sponsor Teroris
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
Berita Terkini
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
8 menit yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
1 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
1 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
2 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
3 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved