4 putra Imam masjid ditembak mati militer Nigeria

Sabtu, 03 November 2012 - 15:11 WIB
4 putra Imam masjid...
4 putra Imam masjid ditembak mati militer Nigeria
A A A
Sindonews.com - Tanpa alasan yang jelas, militer Nigeria mengeksekusi puluhan pemuda di Maiduguri, Nigeria, Kamis (1/11/2012) dini hari waktu setempat. Sebelumnya, para pemuda ini di kumpukan di sebuah lapangan.

Seorang imam di Maiduguri, Malam Aji Mustapha, mengaku menyaksikan 11 pemuda tewas dieksekusi dengan cara di tembak oleh militer Nigeria. Tragisnya, empat korban tewas adalah anak Mustapha.

"Usai melakukan solat subuh berjamaah, tentara Nigeria membawa saya dan empat anak saya ke sebuah lapangan. Di sana telah banyak orang bekumpul," ungkap Mustapha seperti diberitakan BBC.co.uk, Sabtu, (3/11/2012).

"Militer memangil para pemuda itu satu persatu. Militer mencocokan para pemuda dengan foto dari data base komputer mereka. Beberapa dari mereka kemudian dipisahkan," tutur Mustapha.

Mustapha mengatakan, saat militer mengeksekusi para pemuda, semua orang diperintahkan untuk berbalik ke belakang. "Mereka membunuh empat anak saya di depan mata saya. Mereka kemudian membawa mayat tersebut ke rumah sakit umum," imbuh Mustapha.

Saat Mustapha hendak mengambil jenazah anaknya, ia sempat menghitung ada sekitar 48 jenazah lainnya. "Di jalan saya sendiri, terdapat sekitar 11 pemuda yang ditembak mati dan tak ada satu orang pun dari pihak militer yang memberi penjelasan," sesal Mustapha.

BBC melakukan wawancara dengan penduduk kota lain dan mendapatkan versi cerita yang sama dengan penuturan Mustapha. Militer mengumpulan orang dari rumah ke rumah di berbagai kota, kemudian membawa mereka ke lapangan untuk diseleksi kemudian ditembak.

Menanggapi cerita Mustapha, Menteri Keuangan Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan, pemerintah tidak akan membiarkan pelanggaran hak asasi manusia terjadi, tetapi harus diingat bahwa tentara sedang berusaha menumpas "teroris".

"Saya pikir anda perlu melihat keadaan ketika Inggris sedang berjuang melawan terorisme. Sementara Amerika Serikat memiliki Guantanamo Bay. Semua negara, ketika keamanan warganya yang dipertaruhkan, mereka mencoba untuk menggunakan semua alat yang mereka miliki, " ungkap Okonjo-Iweala.

Entah tutup mata atau kecolongan atas aksi para bawahanya. Juru bicara militer Nigeria mengaku tidak menyadari insiden tersebut. Sementara, Letkol Sagir Musa, seorang Perwira Militer Nigeria mengatakan kepada BBC, bahwa mereka akan melakukan investigasi.

Maiduguri diyakini sebagai wilayah yang berada di bawah pengaruh kuat kelompok militan muslim Boko Haram. Kelompok ini bercita-cita mendirikan negeara Islam dan acap kali melancarkan serangan di wilayah Nigeria Utara sejak 2009 lalu.
(esn)
Berita Terkait
Jenderal Nigeria Sebut...
Jenderal Nigeria Sebut Video Aksi Protes Berdarah di Lagos Hoaks
Siapa Gwaska Dankarami?...
Siapa Gwaska Dankarami? Gembong Bandit yang Kejam dan Selalu Bersembunyi di Hutan dan Ditakuti Tentara dan Warga Nigeria
Nigeria Berusaha Pulih...
Nigeria Berusaha Pulih dari Banjir Terburuk dalam Satu Dekade
Brutal! Gerombolan Bandit...
Brutal! Gerombolan Bandit Bakar Bus, 30 Penumpang Tewas Terpanggang
Tegakkan Lockdown, Polisi-Tentara...
Tegakkan Lockdown, Polisi-Tentara Nigeria Bunuh 18 Warga
59 Orang Tewas dalam...
59 Orang Tewas dalam Serangan Simpatisan ISIS di Pelosok Nigeria
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
28 menit yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
1 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
4 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
5 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved