Pasukan pemerintah Suriah ditarik dari Saraqeb
Jum'at, 02 November 2012 - 18:22 WIB
Pasukan pemerintah Suriah ditarik dari Saraqeb
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan yang setia kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad, telah ditarik dari basis terakhir mereka di Utara kota Saraqeb, Jumat (2/11/2012). Penarikan ini diprediksi akan melemahkan kemampuan pasukan pemerintah untuk melawan kaum pemberontak di Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah.
Saraqeb yang terletak 50 km Barat Daya Aleppo, terletak di titik pertemuan jalan raya yang menghubungkan Suriah Utara dan Selatan. Jalan ini menghubungkan Aleppo dengan Damaskus dan juga menghubungkan Aleppo ke pelabuhan Latakia di Mediterania.
Penarikan mundur pasukan ini akan menyulitkan pasukan pemerintah untuk memperkuat atau memasok amunisi dan logistik ke Aleppo. Pasukan Pemerintah Suriah dan kaum pemberontak telah memperebutkan Aleppo sejak akhir Juli lalu.
“Setiap konvoi yang melintasi jalan raya, dari Damaskus atau Mediterania, akan rentan terhadap serangan pemberontak. Hal ini akan memaksa tentara untuk menggunakan jalan pedesaan yang lebih kecil atau mengirim pasokan,” jelas Direktur Pengamat Hak Asasi Manusia untuk Suriah, Rami Abdelrahman seperti dikutip dari thestar.
Menurutnya, dengan penarikan mundur itu, saat ini Saraqeb benar-benar berada di bawah kendali kaum pemberontak. Jatuhnya Saraqeb ke tangan pemberontak, akan membuat Aleppo menjadi terisolasi.
Menurut Abdelrahman, pada Kamis (1/11/2012), kaum pemberontak telah merebut tiga posisi militer di sekitar Saraqeb dan menewaskan sedikitnya 28 tentara pemerintah Suriah.
Saraqeb yang terletak 50 km Barat Daya Aleppo, terletak di titik pertemuan jalan raya yang menghubungkan Suriah Utara dan Selatan. Jalan ini menghubungkan Aleppo dengan Damaskus dan juga menghubungkan Aleppo ke pelabuhan Latakia di Mediterania.
Penarikan mundur pasukan ini akan menyulitkan pasukan pemerintah untuk memperkuat atau memasok amunisi dan logistik ke Aleppo. Pasukan Pemerintah Suriah dan kaum pemberontak telah memperebutkan Aleppo sejak akhir Juli lalu.
“Setiap konvoi yang melintasi jalan raya, dari Damaskus atau Mediterania, akan rentan terhadap serangan pemberontak. Hal ini akan memaksa tentara untuk menggunakan jalan pedesaan yang lebih kecil atau mengirim pasokan,” jelas Direktur Pengamat Hak Asasi Manusia untuk Suriah, Rami Abdelrahman seperti dikutip dari thestar.
Menurutnya, dengan penarikan mundur itu, saat ini Saraqeb benar-benar berada di bawah kendali kaum pemberontak. Jatuhnya Saraqeb ke tangan pemberontak, akan membuat Aleppo menjadi terisolasi.
Menurut Abdelrahman, pada Kamis (1/11/2012), kaum pemberontak telah merebut tiga posisi militer di sekitar Saraqeb dan menewaskan sedikitnya 28 tentara pemerintah Suriah.
(esn)