Abbas : tak ada intifada selama saya berkuasa
Jum'at, 02 November 2012 - 17:53 WIB
Abbas : tak ada intifada selama saya berkuasa
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menegaskan, bahwa dia tidak akan membiarkan perjuangan intifada. Abbas tak memperbolehkan terjadinya gerakan kebangkitan melawan zionis Isreal, selama ia menjabat menjadi pemimpin Palestina.
"Kami tidak akan melakukan aksi kekerasan dan terorisme," ungkap Abbas seperti diberitakan Haaretz, Jumat (2/1/2012) "Kami hanya akan bertindak melalui jalur diplomasi dan berbagai cara-cara damai lainya," imbuh Abbas.
"Kami tidak ingin menggunakan teror dan kekerasan. Kami tidak ingin menggunakan senjata. Kami ingin menggunakan diplomasi, negosiasi, dan perlawanan damai. Itu saja," ungkap Abbas
Pernyataan tersebut diungkapkan Abbas dalam sebuah wawancara bersama chanel 2 Israel. Pemimpin berusia 77 tahun ini mengatakan, ia tidak akan membiarkan pemberontakan melawan Israel kembali terjadi.
Dalam wawancara tersebut, Abbas mengatakan, bahwa ia adalah bagian dari pengungsi yang melarikan diri pada tahun 1948. Saat ini, kota di mana dia tumbuh menjadi dewasa telah menjadi bagian wilayah Israel Utara.
"Perbatasan Palestina saat ini adalah sesuai dengan yang ditetapkan pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya. Inilah Palestina bagi saya, ini berlaku sekarang dan selamanya. Saya juga percaya, Tepi Barat dan Jalur Gaza adalah bagian dari Palestina. Sementara wilayah lain adalah milik Israel,” tandasnya.
"Kami tidak akan melakukan aksi kekerasan dan terorisme," ungkap Abbas seperti diberitakan Haaretz, Jumat (2/1/2012) "Kami hanya akan bertindak melalui jalur diplomasi dan berbagai cara-cara damai lainya," imbuh Abbas.
"Kami tidak ingin menggunakan teror dan kekerasan. Kami tidak ingin menggunakan senjata. Kami ingin menggunakan diplomasi, negosiasi, dan perlawanan damai. Itu saja," ungkap Abbas
Pernyataan tersebut diungkapkan Abbas dalam sebuah wawancara bersama chanel 2 Israel. Pemimpin berusia 77 tahun ini mengatakan, ia tidak akan membiarkan pemberontakan melawan Israel kembali terjadi.
Dalam wawancara tersebut, Abbas mengatakan, bahwa ia adalah bagian dari pengungsi yang melarikan diri pada tahun 1948. Saat ini, kota di mana dia tumbuh menjadi dewasa telah menjadi bagian wilayah Israel Utara.
"Perbatasan Palestina saat ini adalah sesuai dengan yang ditetapkan pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya. Inilah Palestina bagi saya, ini berlaku sekarang dan selamanya. Saya juga percaya, Tepi Barat dan Jalur Gaza adalah bagian dari Palestina. Sementara wilayah lain adalah milik Israel,” tandasnya.
(esn)