Wanita paruh baya tewas terjepit lift hingga remuk
Kamis, 01 November 2012 - 17:25 WIB
Wanita paruh baya tewas terjepit lift hingga remuk
A
A
A
Sindonews.com - Seorang petugas kebersihan sebuah hotel yang berada di Kanazawa, Jepang, tewas setelah terjepit lift hingga bagian badannya hancur, Rabu (31/10/2012). Petugas kebersihan wanita berusia 63 tahun itu terjepit saat hendak melangkah ke dalam lift. Tubuhnya terjepit antara lantai dan langit-langit lift.
"Pintu lift terbuka dan korban hendak melangkah ke dalam, tapi ternyata lift tetap bergerak," ungkap petugas polisi Kanazawa, seperti diberitakan dalam Iol, Kamis (1/11/2012). "Dia terjebak di antara lift yang akan naik dan turun," imbuh petugas petugas polisi tersebut.
Polisi menambahkan, lift tersebut terus bergerak, menjebak dirinya antara langit-langit lift dan lantai bangunan. Kecelakaan mengenaskan tersebut disaksikan oleh rekan kerja korban.
Produsen lift Schindler yang berbasis di Swedia memberi respon atas kecelakaan ini. “Kami akan bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi di atas lift yang dipasang pada tahun 1998 ini,” sebut pernyataan perusahaan itu.
Sebenarnya, kecelakaan ini tak perlu terjadi. Sebab, pada 2009 silam, Pemerintah Jepang sudah mengeluarkan peraturan yang menyatakan setiap di lift di Jepang harus dilengkapi dengan rem yang berfungsi mencegah lift bergerak naik turun saat pintu masih terbuka.
Kecelakaan yang menewaskan pengguna lift ini bukan kali pertama terjadi di Jepang. Pada 2006, seorang remaja 16 tahun tewas. Jasadnya ditemukan remuk dalm lift yang juga diproduksi oleh Schindler.
"Pintu lift terbuka dan korban hendak melangkah ke dalam, tapi ternyata lift tetap bergerak," ungkap petugas polisi Kanazawa, seperti diberitakan dalam Iol, Kamis (1/11/2012). "Dia terjebak di antara lift yang akan naik dan turun," imbuh petugas petugas polisi tersebut.
Polisi menambahkan, lift tersebut terus bergerak, menjebak dirinya antara langit-langit lift dan lantai bangunan. Kecelakaan mengenaskan tersebut disaksikan oleh rekan kerja korban.
Produsen lift Schindler yang berbasis di Swedia memberi respon atas kecelakaan ini. “Kami akan bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi di atas lift yang dipasang pada tahun 1998 ini,” sebut pernyataan perusahaan itu.
Sebenarnya, kecelakaan ini tak perlu terjadi. Sebab, pada 2009 silam, Pemerintah Jepang sudah mengeluarkan peraturan yang menyatakan setiap di lift di Jepang harus dilengkapi dengan rem yang berfungsi mencegah lift bergerak naik turun saat pintu masih terbuka.
Kecelakaan yang menewaskan pengguna lift ini bukan kali pertama terjadi di Jepang. Pada 2006, seorang remaja 16 tahun tewas. Jasadnya ditemukan remuk dalm lift yang juga diproduksi oleh Schindler.
(esn)