Perangi Boko Haram, militer Nigeria langgar HAM
Kamis, 01 November 2012 - 11:30 WIB
Perangi Boko Haram, militer Nigeria langgar HAM
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga Hak Asasi Manusia Internasional (AI) melaporkan bahwa militer Nigeria telah melakukan pelanggaran HAM berat dalam melawan kelompok militan islamis Boko Haram di Nigeria.
AI dalam laporannya mengatakan militer Nigeria telah melakukan pelanggaran HAM secara meluas, seperti penyiksaan, penghilangan paksa, dan membunuh tanpa melaku proses pengadilan.
Namun, AI juga menyalahkan Boko Haram atas berbagai aksi kekejaman yang terjadi di Nigeria seperti, pembunuhan, pembakaran gereja, sekolah, dan penyerangan terhadap media.
AI menilai penggunaan kekerasan untuk menangani kelompok yang bercita-cita mendirikan negara islam ini hanya akan memicu gelombang kekerasan lain di Nigeria.
“Sebuah siklus, penyerangan dan pembendungan serangan ditandai oleh tindak kekerasan yang melanggar hukum dari dua pihak tersebut. Dengan konsekuensi menghancurkan Ham bagi pihak yang terjebak diantara pihak yang bertikai," ungkap Sekertaris Jendral, Salil Shetty seperti dilansir, BBC.co.uk, Kamis, (1/11/2012).
"Orang-orang berada dalam sebuah iklim ketakutan dan ketidakamanan, serta rentan akan berbagai serangan Boko Haram, sementara Boko Haram sendiri mengahadapi pelanggaran Ham dari pihak yang seharusnya memberikan perlindungan," imbuh Shetty.
Namun, laporan tersebut dibantah oleh juru bicara militer Nigeria. Juru bicara militer mengungkapkan militer selalu bertindak sesuai dengan aturan hukum.
Boko Haram, kelompok militan islam yang bercita-cita mendirikan negera islam ini acap kali melancarkan serangan di wilayah Nigeria utara sejak 2009 lalu.
AI dalam laporannya mengatakan militer Nigeria telah melakukan pelanggaran HAM secara meluas, seperti penyiksaan, penghilangan paksa, dan membunuh tanpa melaku proses pengadilan.
Namun, AI juga menyalahkan Boko Haram atas berbagai aksi kekejaman yang terjadi di Nigeria seperti, pembunuhan, pembakaran gereja, sekolah, dan penyerangan terhadap media.
AI menilai penggunaan kekerasan untuk menangani kelompok yang bercita-cita mendirikan negara islam ini hanya akan memicu gelombang kekerasan lain di Nigeria.
“Sebuah siklus, penyerangan dan pembendungan serangan ditandai oleh tindak kekerasan yang melanggar hukum dari dua pihak tersebut. Dengan konsekuensi menghancurkan Ham bagi pihak yang terjebak diantara pihak yang bertikai," ungkap Sekertaris Jendral, Salil Shetty seperti dilansir, BBC.co.uk, Kamis, (1/11/2012).
"Orang-orang berada dalam sebuah iklim ketakutan dan ketidakamanan, serta rentan akan berbagai serangan Boko Haram, sementara Boko Haram sendiri mengahadapi pelanggaran Ham dari pihak yang seharusnya memberikan perlindungan," imbuh Shetty.
Namun, laporan tersebut dibantah oleh juru bicara militer Nigeria. Juru bicara militer mengungkapkan militer selalu bertindak sesuai dengan aturan hukum.
Boko Haram, kelompok militan islam yang bercita-cita mendirikan negera islam ini acap kali melancarkan serangan di wilayah Nigeria utara sejak 2009 lalu.
(esn)