Sudah 36 ribu tewas akibat perang di Suriah
Rabu, 31 Oktober 2012 - 19:55 WIB
Sudah 36 ribu tewas akibat perang di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Hingga kini, jumlah korban tewas akibat pertikaian antara pasukan Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak sudah mencapai angka 36 ribu jiwa. Jika dirata-ratakan, ada 165 orang tewas per hari dalam perang yang sudah berlangsung selama 19 bulan ini.
Badan Pengamat Suriah mengatakan, sebagian besar korban tewas adalah warga sipil, yang totalnya mencapai 25.667 jiwa. Sementara dari pihak militer telah mencapai 9.044 jiwa dan dari pihak pemberontak mencapai angka 1.296 jiwa.
"Kkami punya dokumentasi kematian 439 orang yang tewas, tetapi jasadnya tidak dapat diidentivikasi," ungkap Direktur Pengamat Suriah, Rami Abdel Rahman, seperti diberitakan Rappler, Rabu (31/10/2012).
Laporan yang dirilis ini tidak termasuk ribuan korban yang dilaporkan hilang selama konflik berlangsung. Bisa jadi, sebagian dari korban hilang saat ini sedang ditawan atau telah dibunuh. Sementara ribuan warga sipil Suriah yang dipersenjatai, juga dilaporkan tewas.
Seperti diketahui, perang ini telah berlangsung selama 19 bulan. Sementara gencataan senjata antara militer dan pemberontak Suriah hanya sempat berlangsung selama satu hari. Gencatan senjata terjadi pada April lalu, saat mantan sekjen PBB Kofi Annan mengupayakan perdamian di Suriah.
Namun, sampai hari ini tidak ada lagi gencatan senjata. Bahkan, di saat Hari Raya Idul Adha, kedua belah pihak tetap melancarkan serangan.
Badan Pengamat Suriah mengatakan, sebagian besar korban tewas adalah warga sipil, yang totalnya mencapai 25.667 jiwa. Sementara dari pihak militer telah mencapai 9.044 jiwa dan dari pihak pemberontak mencapai angka 1.296 jiwa.
"Kkami punya dokumentasi kematian 439 orang yang tewas, tetapi jasadnya tidak dapat diidentivikasi," ungkap Direktur Pengamat Suriah, Rami Abdel Rahman, seperti diberitakan Rappler, Rabu (31/10/2012).
Laporan yang dirilis ini tidak termasuk ribuan korban yang dilaporkan hilang selama konflik berlangsung. Bisa jadi, sebagian dari korban hilang saat ini sedang ditawan atau telah dibunuh. Sementara ribuan warga sipil Suriah yang dipersenjatai, juga dilaporkan tewas.
Seperti diketahui, perang ini telah berlangsung selama 19 bulan. Sementara gencataan senjata antara militer dan pemberontak Suriah hanya sempat berlangsung selama satu hari. Gencatan senjata terjadi pada April lalu, saat mantan sekjen PBB Kofi Annan mengupayakan perdamian di Suriah.
Namun, sampai hari ini tidak ada lagi gencatan senjata. Bahkan, di saat Hari Raya Idul Adha, kedua belah pihak tetap melancarkan serangan.
(esn)