Jong-un kirim pesan untuk Raul Castro
Rabu, 31 Oktober 2012 - 18:28 WIB
Jong-un kirim pesan untuk Raul Castro
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengirimkan sebuah pesan simpati pada Presiden Kuba, Raul Castro. Ungkapan simpati tersebut datang pasca hantaman badai Sandy yang menewaskan 11 warga Kuba, Kamis (25/10/2012).
Jong-un mengungkapkan rasa simpati yang mendalam kepada Pemerintah Kuba dan semua penduduk Kuba yang menjadi korban badai Sandy yang menghantam wilayah timur Kuba.
Selain menewaskan 11 orang, badai Sandy juga menimbulkan banyak kerugian material.
"Saya yakin, di bawah kepemimpinan Partai Kuba, pemerintah dan warga Kuba dapat mengatasi bencana alam dan membuat kehidupan warga Kuba berjalan normal kembali," ungkap Jong-un seperti dilansir KCNA, Rabu (31/10/2012).
Badai Sandy menghantam wilayah Kepulauan Bahama dengan kekuatan angin 160 km/jam dan guyuran hujan deras. Sebelumnya, badai tersebut menyebabkan 70 orang tewas di beberapa wilayah Kepulauan Karibia.
Sementara itu, badai Sandy yang dini hari tadi diperkirakan bergerak menuju wilayah Utara Kanada telah menewaskan 40 orang warga Amerika Serikat. Tidak ada aliran listrik dan transportasi umum bagi jutaan warga AS di wilayah Pantai Timur.
Jong-un mengungkapkan rasa simpati yang mendalam kepada Pemerintah Kuba dan semua penduduk Kuba yang menjadi korban badai Sandy yang menghantam wilayah timur Kuba.
Selain menewaskan 11 orang, badai Sandy juga menimbulkan banyak kerugian material.
"Saya yakin, di bawah kepemimpinan Partai Kuba, pemerintah dan warga Kuba dapat mengatasi bencana alam dan membuat kehidupan warga Kuba berjalan normal kembali," ungkap Jong-un seperti dilansir KCNA, Rabu (31/10/2012).
Badai Sandy menghantam wilayah Kepulauan Bahama dengan kekuatan angin 160 km/jam dan guyuran hujan deras. Sebelumnya, badai tersebut menyebabkan 70 orang tewas di beberapa wilayah Kepulauan Karibia.
Sementara itu, badai Sandy yang dini hari tadi diperkirakan bergerak menuju wilayah Utara Kanada telah menewaskan 40 orang warga Amerika Serikat. Tidak ada aliran listrik dan transportasi umum bagi jutaan warga AS di wilayah Pantai Timur.
(esn)