Israel & Hamas lakukan gencatan senjata
Kamis, 25 Oktober 2012 - 12:49 WIB
Israel & Hamas lakukan gencatan senjata
A
A
A
Sindonews.com - Israel dan kelompok penguasa wilayah Gaza, Hamas, secara tidak resmi sepakat melakukan gencatan senjata. Keduanya sepakat menghentikan aksi saling serang yang telah memakan empat korban jiwa dan menyebabkan beberapa orang terluka itu.
Seperti diberitakan BBC.co.uk Kamis (25/10/2012), setelah ditengahi oleh Mesir, kedua belah pihak akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata. Tapi, tak diketahui dengan pasti, sampai kapan gencatan senjata ini berlangsung.
Aksi saling serang dengan menggunakan roket dimulai sejak Senin (22/10/2012). Empat militan Hamas tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Israel pada Rabu (24/10/2012).
Guna meminimalisir jatuhnya korban tewas dalam serangan, semua sekolah yang berada di wilayah perbatasan dua wilayah tersebut diliburkan.
Seperti diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji melanjutkan serangan secara terarah pada gerilyawan yang meluncurkan roket ke Israel.
"Kami tidak memulai serangan dan kami tidak ingin serangan ini semakin meningkat. Tapi, jika serangan terus berlanjut, maka kami mempersiapkan sebuah operasi yang lebih luas dan tajam," terang Netanyahu.
Kemarin, militer Israel mengatakan sempai hari ini tercatat lebih dari 70 roket telah ditembakan ke wilayah selatan Israel. Tercatat, lima orang tentara Israel mengalami luka-luka, di mana dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu, sayap militer Hamas, Izz al-Din Qassam dan kelompok militan di Gaza yang lebih kecil, Popular Resistance Committees (PRC), membenarkan kalau mereka telah melepaskan beberapa roket dari wilayah utara Gaza. "Misi suci ini dilakukan dalam rangka membalas kejahatan yang dilakukan secara terus menerus terhadap rakyat kami," ungkap pernyataan mereka.
Hamas berhasil mengambil alih kekuasaan di wilayah Gaza setelah menang mutlak dalam pemilihan umum 2007 lalu. Israel telah menarik diri dari Gaza di tahun 2005, tapi masih memblokir wilayah di sekitar Gaza.
Seperti diberitakan BBC.co.uk Kamis (25/10/2012), setelah ditengahi oleh Mesir, kedua belah pihak akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata. Tapi, tak diketahui dengan pasti, sampai kapan gencatan senjata ini berlangsung.
Aksi saling serang dengan menggunakan roket dimulai sejak Senin (22/10/2012). Empat militan Hamas tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Israel pada Rabu (24/10/2012).
Guna meminimalisir jatuhnya korban tewas dalam serangan, semua sekolah yang berada di wilayah perbatasan dua wilayah tersebut diliburkan.
Seperti diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji melanjutkan serangan secara terarah pada gerilyawan yang meluncurkan roket ke Israel.
"Kami tidak memulai serangan dan kami tidak ingin serangan ini semakin meningkat. Tapi, jika serangan terus berlanjut, maka kami mempersiapkan sebuah operasi yang lebih luas dan tajam," terang Netanyahu.
Kemarin, militer Israel mengatakan sempai hari ini tercatat lebih dari 70 roket telah ditembakan ke wilayah selatan Israel. Tercatat, lima orang tentara Israel mengalami luka-luka, di mana dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu, sayap militer Hamas, Izz al-Din Qassam dan kelompok militan di Gaza yang lebih kecil, Popular Resistance Committees (PRC), membenarkan kalau mereka telah melepaskan beberapa roket dari wilayah utara Gaza. "Misi suci ini dilakukan dalam rangka membalas kejahatan yang dilakukan secara terus menerus terhadap rakyat kami," ungkap pernyataan mereka.
Hamas berhasil mengambil alih kekuasaan di wilayah Gaza setelah menang mutlak dalam pemilihan umum 2007 lalu. Israel telah menarik diri dari Gaza di tahun 2005, tapi masih memblokir wilayah di sekitar Gaza.
(esn)