Pabrik senjata dibom, Sudan minta PBB kutuk Israel
Kamis, 25 Oktober 2012 - 11:30 WIB
Pabrik senjata dibom, Sudan minta PBB kutuk Israel
A
A
A
Sindonews.com - Sudan menutut Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk Israel yang telah melancarkan serangan udara ke pabrik amunisi Yarmouk di Ibu Kota Khartoum, Sudan, Selasa (24/10/2012) malam.
Sudan mengatakan, empat pesawat Israel telah menembakan rudal ke pabrik amunisi Yarmouk dan mengakibatkan ledakan yang diikuti sebuah kebakaran besar. Akibat serangan ini, dua orang dilaporkan tewas, sementara beberapa orang berada dalam kondisi kritis.
Seperti diberitakan AFP, Kamis (25/10/2012), Perwakilan Sudan untuk PBB, Daffa-Alla Elhag Ali Osman tengah menggelar rapat dengan DK PBB, terkait konflik yang terjadi di Darfur, Sudan. "Empat pesawat Israel telah menyerang wilayah kedaulatan udara Sudan dan mereka melakukan serangan yang sangat keji," ungkap Osman.
"Kami menolak berbagai bentuk agresi dan berharap DK mengutuk serangan ini. Sebab, serangan ini merupakan sebuah bentuk pelanggaran terhadap konsep perdamaian dan keamanan yang tercantum dalam piagam PBB," imbuh Osman.
Osman menambahkan, keberadaan Isreal telah membahayakan dan perdamaian dan keamanan seluruh wilayah regional.
Osman dalam pertemuan tersebut juga menuduh Israel terlibat dalam konflik yang terjadi di Darfur, Sudan. "Kita semua tahu, Israel ambil bagian dalam konflik yang terjadi di Darfur yang telah berlangsung selama beberapa dekade." ungkap Osman.
Osman mengatakan, Pemerintah Sudan meminta Isreal berhenti ikut campur dan memperkeruh konflik internal di Darfur. Seperti diketahu, Israel telah mempersenjatai dan membantu transportasi para pemimpin pemberontak di Darfur.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh PBB, 300 ribu orang dilaporkan telah tewas dalam konflik internal Sudan tersebut.
Sudan mengatakan, empat pesawat Israel telah menembakan rudal ke pabrik amunisi Yarmouk dan mengakibatkan ledakan yang diikuti sebuah kebakaran besar. Akibat serangan ini, dua orang dilaporkan tewas, sementara beberapa orang berada dalam kondisi kritis.
Seperti diberitakan AFP, Kamis (25/10/2012), Perwakilan Sudan untuk PBB, Daffa-Alla Elhag Ali Osman tengah menggelar rapat dengan DK PBB, terkait konflik yang terjadi di Darfur, Sudan. "Empat pesawat Israel telah menyerang wilayah kedaulatan udara Sudan dan mereka melakukan serangan yang sangat keji," ungkap Osman.
"Kami menolak berbagai bentuk agresi dan berharap DK mengutuk serangan ini. Sebab, serangan ini merupakan sebuah bentuk pelanggaran terhadap konsep perdamaian dan keamanan yang tercantum dalam piagam PBB," imbuh Osman.
Osman menambahkan, keberadaan Isreal telah membahayakan dan perdamaian dan keamanan seluruh wilayah regional.
Osman dalam pertemuan tersebut juga menuduh Israel terlibat dalam konflik yang terjadi di Darfur, Sudan. "Kita semua tahu, Israel ambil bagian dalam konflik yang terjadi di Darfur yang telah berlangsung selama beberapa dekade." ungkap Osman.
Osman mengatakan, Pemerintah Sudan meminta Isreal berhenti ikut campur dan memperkeruh konflik internal di Darfur. Seperti diketahu, Israel telah mempersenjatai dan membantu transportasi para pemimpin pemberontak di Darfur.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh PBB, 300 ribu orang dilaporkan telah tewas dalam konflik internal Sudan tersebut.
(esn)