Taki kembali jabat Menteri Kehakiman Jepang
Rabu, 24 Oktober 2012 - 16:11 WIB
Taki kembali jabat Menteri Kehakiman Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang menunjuk Makoto Taki sebagai Menteri Kehakiman Jepang yang baru, Rabu (24/10/2012). Penunjukan ini dilakukan sehari setelah Menteri Kehakiman sebelumnya, Keishu Tanaka mengundurkan diri dari jabatannya karena sakit.
Sebelumnya, Taki sudah pernah menduduki jabatan Menteri Kehakiman. Tiga pekan lalu, Taki dilengserkan dari posisi Menteri Kehakiman dan digantikan oleh Tanaka. Tapi kini, kondisi berbalik. Taki ditunjuk menggantikan Tanaka.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012), hari ini Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda kembali mengaktifkan Taki. Sosok Taki memang tidak begitu populer di Kementrian Kehakiman, tapi dia telah mendapatkan pujian karena telah berhasil mengatasi buruknya pengaturan hukum bagi pengemudi yang ugal-ugalan.
Seperti diketahui, Selasa lalu, Tanaka melayangkan surat pengunduran diri pada Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Osamu Fujimura. “Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, diambil kesimpulan kalau Tanaka perlu beristirahat,” kata Fujimura.
Meski baru beberapa menjabat, tapi tekanan agar Tanaka mundur sudah demikian kuat. Akhir pekan lalu, Tanaka mengeluh sakit di bagian dada dan dirawat di sebuah rumah sakit.
Tanaka sendiri mengaku jalinan hubungan dengan Yakuza terjadi 30 tahun silam. Mantan Menteri kehakiman yang paham betul tentang proses administratif Jepang ini juga mengaku telah menerima sejumlah dana sepanjang tahun 2006 hingga 2009 lalu. Namun ia telah mengembalikan dana teresebut, karena dianggap bertentangan dengan hukum pendanaan politik.
Tapi, beberapa anggota Yakuza mengaku pada media massa di Amerika Serikat, kalau hingga dua tahun lalu, Tanaka masih memiliki hubungan dengan Yakuza. Ia dituding memposisikan diri sebagai penghubung bagi para anggota senior Yakuza.
Sebelumnya, Taki sudah pernah menduduki jabatan Menteri Kehakiman. Tiga pekan lalu, Taki dilengserkan dari posisi Menteri Kehakiman dan digantikan oleh Tanaka. Tapi kini, kondisi berbalik. Taki ditunjuk menggantikan Tanaka.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012), hari ini Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda kembali mengaktifkan Taki. Sosok Taki memang tidak begitu populer di Kementrian Kehakiman, tapi dia telah mendapatkan pujian karena telah berhasil mengatasi buruknya pengaturan hukum bagi pengemudi yang ugal-ugalan.
Seperti diketahui, Selasa lalu, Tanaka melayangkan surat pengunduran diri pada Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Osamu Fujimura. “Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, diambil kesimpulan kalau Tanaka perlu beristirahat,” kata Fujimura.
Meski baru beberapa menjabat, tapi tekanan agar Tanaka mundur sudah demikian kuat. Akhir pekan lalu, Tanaka mengeluh sakit di bagian dada dan dirawat di sebuah rumah sakit.
Tanaka sendiri mengaku jalinan hubungan dengan Yakuza terjadi 30 tahun silam. Mantan Menteri kehakiman yang paham betul tentang proses administratif Jepang ini juga mengaku telah menerima sejumlah dana sepanjang tahun 2006 hingga 2009 lalu. Namun ia telah mengembalikan dana teresebut, karena dianggap bertentangan dengan hukum pendanaan politik.
Tapi, beberapa anggota Yakuza mengaku pada media massa di Amerika Serikat, kalau hingga dua tahun lalu, Tanaka masih memiliki hubungan dengan Yakuza. Ia dituding memposisikan diri sebagai penghubung bagi para anggota senior Yakuza.
(esn)