Presiden Myanmar gelar konfrensi pers perdana
Senin, 22 Oktober 2012 - 20:12 WIB
Presiden Myanmar gelar konfrensi pers perdana
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Myanmar, Thein Sein, menggelar konfrensi pers perdananya selama menjabat sebagai Presiden Myanmar. Sebanyak 120 wartawan domestik dan manca negara hadir dalam konfrensi pers yang berlangsung selama dua jam lebih itu.
Seperti diberitakan Mizzima, Senin (22/10/2012), beberapa menit di awal konfrensi pers, Presiden tampak tegang, namun beberapa menit kemudian ia mulai terlihat santai. Sesekali Sein menjawab pertanyaan yang datang dengan nada sedikit humor.
"Saya tidak lagi takut bertemu dengan awak media. Sebab, saya telah berhasil melalui sesi wawancara "hard talk" pada program BBC," tutur Sein sambil tersenyum.
Sein mengatakan secara jujur, ia takut dikritik oleh awak media di Myanmar jika tidak menggelar konfrensi pers di tanah air. Padahal, ia telah melayani sejumlah permintaan wawancara selama berada di New York, Amerika Serikat.
Menanggapi pertanyaan seputar gaji, kepada wartawan, Sein mengaku memperoleh gaji 5 juta kyat atau setara dengan USD 5.871 per bulan. Namun, karena kondisi keuangan nasional yang sulit, dia tidak menerima seluruh gajinya.
Dalam debut perdananya itu, Sein mengungkapkan banyak masalah terkait dengan investasi. Dia juga menyinggung masalah keamanan, di mana pamerintah Myanmar masih mengupayakan perdamaian di Negara Bagian Kachin.
Seperti diberitakan Mizzima, Senin (22/10/2012), beberapa menit di awal konfrensi pers, Presiden tampak tegang, namun beberapa menit kemudian ia mulai terlihat santai. Sesekali Sein menjawab pertanyaan yang datang dengan nada sedikit humor.
"Saya tidak lagi takut bertemu dengan awak media. Sebab, saya telah berhasil melalui sesi wawancara "hard talk" pada program BBC," tutur Sein sambil tersenyum.
Sein mengatakan secara jujur, ia takut dikritik oleh awak media di Myanmar jika tidak menggelar konfrensi pers di tanah air. Padahal, ia telah melayani sejumlah permintaan wawancara selama berada di New York, Amerika Serikat.
Menanggapi pertanyaan seputar gaji, kepada wartawan, Sein mengaku memperoleh gaji 5 juta kyat atau setara dengan USD 5.871 per bulan. Namun, karena kondisi keuangan nasional yang sulit, dia tidak menerima seluruh gajinya.
Dalam debut perdananya itu, Sein mengungkapkan banyak masalah terkait dengan investasi. Dia juga menyinggung masalah keamanan, di mana pamerintah Myanmar masih mengupayakan perdamaian di Negara Bagian Kachin.
(aww)