Badan Legislatif Okinawa keluarkan resolusi terkait kasus pemerkosaan
Senin, 22 Oktober 2012 - 20:08 WIB
Badan Legislatif Okinawa keluarkan resolusi terkait kasus pemerkosaan
A
A
A
Sindonews.com – Badan Legislatif Okinawa melayangkan sebuah resolusi protes paska penangkapan dua anggota Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) yang memperkosa seorang wanita Jepang di Okinawa pada Selasa (16/10/2012) lalu.
Badan legislatif Okinawa menyerukan hukuman yang setimpal bagi dua anggota AL AS tersebut guna mencegah pengulangan tindak kejahatan serupa. Badan Legislatif Okinawa juga meminta pemberian kompensasi bagi korban.
"Mendidik personel militer agar bersikap lebih baik adalah langkah pencegahan dan instruksi lebih lanjut pasca kejadian ini," ungkap pernyataan Badan Legislatif Okinawa dalam resolusi tersebut.
Kemarin, Gubenur Okinawa, Hirokazu Nakaima, terbang ke Washington DC, AS, untuk mengajukan protes pada para pejabat militer AS. "Saya akan membahas tentang pesawat Osprey dan kasus terbaru," ungkap Nakaima seperti dilansir BBC.co.uk, Senin (22/10/2012).
Kasus perkosaan yang dilakukan anggota militer AS terhadap warga Okinawa bukan kali pertama terjadi. Pada 1995, aksi protes besar-besaran terjadi di Okinawa, setelah tiga prajurit AS melakukan perkosaan pada seorang siswi sekolah berusia 12 tahun.
Pada 2008, seorang Marinir AS ditangkap atas tuduhan menyerang dan menganiaya seorang wanita di Naha, Ibu Kota Okinawa. Okinawa menjadi tuan rumah dari sekitar 250 ribu pasukan AS. Banyak warga Jepang yang ingin militer AS segera angkat kaki dari pulau itu.
Badan legislatif Okinawa menyerukan hukuman yang setimpal bagi dua anggota AL AS tersebut guna mencegah pengulangan tindak kejahatan serupa. Badan Legislatif Okinawa juga meminta pemberian kompensasi bagi korban.
"Mendidik personel militer agar bersikap lebih baik adalah langkah pencegahan dan instruksi lebih lanjut pasca kejadian ini," ungkap pernyataan Badan Legislatif Okinawa dalam resolusi tersebut.
Kemarin, Gubenur Okinawa, Hirokazu Nakaima, terbang ke Washington DC, AS, untuk mengajukan protes pada para pejabat militer AS. "Saya akan membahas tentang pesawat Osprey dan kasus terbaru," ungkap Nakaima seperti dilansir BBC.co.uk, Senin (22/10/2012).
Kasus perkosaan yang dilakukan anggota militer AS terhadap warga Okinawa bukan kali pertama terjadi. Pada 1995, aksi protes besar-besaran terjadi di Okinawa, setelah tiga prajurit AS melakukan perkosaan pada seorang siswi sekolah berusia 12 tahun.
Pada 2008, seorang Marinir AS ditangkap atas tuduhan menyerang dan menganiaya seorang wanita di Naha, Ibu Kota Okinawa. Okinawa menjadi tuan rumah dari sekitar 250 ribu pasukan AS. Banyak warga Jepang yang ingin militer AS segera angkat kaki dari pulau itu.
(aww)