AS bantu selidiki serangan bom mobil Lebanon

Senin, 22 Oktober 2012 - 14:58 WIB
AS bantu selidiki serangan...
AS bantu selidiki serangan bom mobil Lebanon
A A A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) berjanji kepada pemerintah Lebanon untuk mengusut kematian Kepala Badan Intelejen Dalam Negeri Lebanon, Wissam al-Hassan yang tewas dalam serangan bom mobil di Beirut Jumat (19/10/2012) lalu.

Menlu AS Hillary Clinton telah membuat kesepakatan dengan Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati untuk mengusut kematian Hassan.

"AS berkomitmen menjaga stabilitas, kemerdekaan, kemerdekaan dan keamanan dalam lebanon," ungkap juru bicara Menlu AS, Victoria Nuland seperti dilansir BBC.co.uk, Seni (22/10/2012).

"Hillary menekankan pentingnya kerja sama intensif antar pemimpin politik disaat yang sensitif ini guna memastikan ketenangan dan dan membawa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ke pengadilan," ungkap Nuland.

Kemarin Minggu (21/10/2012, ribuan orang di Beirut berkumpul untuk menghadiri prosesi pemakaman Hassan dimakamkan. Usai pemakaman mereka langusung melancarkan aksi demonstrasi di kantor PM Mikati.

Polisi Lebanon terpaksa melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata setelah aksi demonstrasi atas tewasnya Hassan menjadi ricuh karena demostran mengobrak-abrik pagar pembatas, mencabut kawat berduri dan melempari aparat dengan batu, botol dan besi.

Sementara itu, kelompok oposisi Lebanon mengatakan serangan bom mobil yang menewaskan Hasan dan beberapa pengawalnya dilakukan oleh Suriah. Seperti diketahui mayoritas pemerintah Lebabon mendukung rezim pemerintahan Suriah.

Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang ditangkap atau dicurigai terkait serangan ini.

Paska serangan ini PM Mikati lantas mengajukan surat pengunduran diri pada Presiden Lebanon, Michel Suleiman. Namun, permintaan Mikati dimentahkan oleh Presiden Lebanon tersebut dalam rangka menghindari kekosongan kekuasaan di Lebanon.
(aww)
Berita Terkait
Menengok Potensi Kawasan...
Menengok Potensi Kawasan Amerika Latin dan Karibia
Karibia Tersedak Monster...
Karibia Tersedak Monster Awan Debu Sahara yang Bergerak ke AS
Menlu Rusia: AS Lebih...
Menlu Rusia: AS Lebih Sering Menipu Dibanding Merealisasikan Janjinya
Menelisik Akar Islam...
Menelisik Akar Islam Kuno Masyarakat Amerika Latin
Putin: Rusia Menginginkan...
Putin: Rusia Menginginkan Amerika Latin yang Kuat
AS Dituding Berencana...
AS Dituding Berencana Dominasi Amerika Latin Sepenuhnya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
5 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
7 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
10 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved