Militan Mali hancurkan makam kuno di Timbuktu

Jum'at, 19 Oktober 2012 - 16:01 WIB
Militan Mali hancurkan...
Militan Mali hancurkan makam kuno di Timbuktu
A A A
Sindonews.com – Kelompok militan Mali yang diduga memiliki kaitan dengan Al-Qaeda menghancurkan makam kuno dan tempat-tempat bersejarah di Timbuktu. Seperti dikutip dari CNN.com, Jumat (19/10/2012), sekitar 30 pria bersenjata yang diangkut tiga truk tiba di sebuah makam kuno di Selatan Kabara, Timbuktu, Mali, Kamis (18/10/2012) dini hari.

Makam kuno yang dikeramatkan ini masuk dalam situs warisan dunia yang ditetapkan PBB. Karena nilai sejarah yang dikandungnya, PBB pun menetapkan makam ini sebagai bangunan yang harus dilindungi. Namun, kelompok militan berpendapat, makam ini tak ubahnya berhala yang disembah. Karenanya, makam ini pun harus dihancurkan.

"Mereka mulai menghancurkan pintu kayu makam pertama dengan kapak mereka," kata Ibrahim Ag Mohamed, seorang saksi mata. "Lalu, mereka masuk ke dalam makam dan membakar kain penutup kubur sebelum menghancurkan bangunan dengan palu dan kapak," lanjutnya.

Proses penghancuran ini berlangsung sekitar 1 jam. “Mereka tak berhenti sampai makam itu berubah jadi puing. Setelah menghancurkan makam, mereka mengatakan kepada warga sekitar, kalau menyembah makam adalah tindakan yang dilarang agama,” ungkap seorang warga, Sankoum Sissoko.

Serangan pada situs-situs bersejarah di Mali sudah terjadi empat kali pada tahun ini. Amerika Serikat dan sejumlah negara lain telah mengecam serangan sebelumnya pada makam-makam bersejarah di Mali. Negara ini memang memiliki sejumlah situs pemakaman kuno yang kerap dikunjungi para peziarah.

Militan Islam menganggap kuil seperti berhala dan dilarang oleh agama. Mereka juga telah menargetkan kuil Sufi, yang mereka katakan telah melanggar kesucian. "Jika para militan melanjutkan cara ini, tak akan ada lagi yang tersisa dari warisan suci Timbuktu yang membuatnya terkenal di seluruh dunia," kata Osmane Halle, mantan Walikota Timbuktu. Ia meminta masyarakat internasional untuk membantu Mali menemukan solusi untuk masalah ini.
(esn)
Berita Terkait
Tuntut Presiden Mundur,...
Tuntut Presiden Mundur, Demonstran Duduki Stasiun TV Pemerintah Mali
Sepuluh Tentara Mali...
Sepuluh Tentara Mali Tewas Setelah Disergap Militan
Diduga Pemberontakan,...
Diduga Pemberontakan, Suara Tembakan Terdengar di Kamp Militer Mali
Tersangka Pelaku Penyerangan...
Tersangka Pelaku Penyerangan Presiden Mali Meninggal dalam Tahanan
Militer Mali Berjanji...
Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta
Presiden Negara-negara...
Presiden Negara-negara Afrika Barat Akan Kunjungi Mali
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
22 menit yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved