120 tahanan di Tripoli melarikan diri
Selasa, 16 Oktober 2012 - 15:20 WIB
120 tahanan di Tripoli melarikan diri
A
A
A
Sindonews.com - Kepala pengawal nasional Libya, Khaled al-Sharif mengatakan 120 tahanan melarikan diri dari penjara Jadeida, Tripoli, Senin (15/10/2012) sore.
Beberapa saat kemudian, pasukan keamanan Libya segera mengelar operasi pencarian besar-besaran. Guna mengintensifkan proses pencarian, Pemerintah Libya mengerahkan petugas keamanan nasional di sejumlah pos perbatasan daerah untuk mencari para tahanan yang masih buron. Sampai berita ini diturunkan, sebanyak 60 orang tananan yang kabur berhasil dikembalikan ke penjara.
Penyebab larinya para tahanan masih simpang siur, belum ada ada penjelasan resmi kenapa kejadian bisa terjadi. Namun, kabarnya "Para tahanan kabur karena keamanan di salah satu penjara terbesar di Libya ini lemah" ungkap seorang petugas keamananan Libya seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (16/10/2012).
Khaled al-Sharif mengatakan beberapa penghuni tahanan penjara Jadeida adalah imigran ilegal asal Afrika yang dipenjara karena melanggar aturan imigrasi dan pelanggaran pidana.
Sementara itu, Badan HAM internasional mengatakan pelanggaran hak asasi manusia sering kali terjadi dipenjara Jadeida paska Mantan Presiden Libya, Kolonel Gaddafi terguling tahun lalu.
Wartawan BBC Rana Jawad di Tripoli mengatakan penjara ibukota Libya secara teori saat ini berada di bawah pengawasan kementerian kehakiman, tetapi pada kenyataannya berada di bawah kementerian kepolisian. Hingga saat ini keamanan masih lemah, Libia belum memiliki pasukan keamanan yang komprehensif paska kejatuhan Gaddafi.
Beberapa saat kemudian, pasukan keamanan Libya segera mengelar operasi pencarian besar-besaran. Guna mengintensifkan proses pencarian, Pemerintah Libya mengerahkan petugas keamanan nasional di sejumlah pos perbatasan daerah untuk mencari para tahanan yang masih buron. Sampai berita ini diturunkan, sebanyak 60 orang tananan yang kabur berhasil dikembalikan ke penjara.
Penyebab larinya para tahanan masih simpang siur, belum ada ada penjelasan resmi kenapa kejadian bisa terjadi. Namun, kabarnya "Para tahanan kabur karena keamanan di salah satu penjara terbesar di Libya ini lemah" ungkap seorang petugas keamananan Libya seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (16/10/2012).
Khaled al-Sharif mengatakan beberapa penghuni tahanan penjara Jadeida adalah imigran ilegal asal Afrika yang dipenjara karena melanggar aturan imigrasi dan pelanggaran pidana.
Sementara itu, Badan HAM internasional mengatakan pelanggaran hak asasi manusia sering kali terjadi dipenjara Jadeida paska Mantan Presiden Libya, Kolonel Gaddafi terguling tahun lalu.
Wartawan BBC Rana Jawad di Tripoli mengatakan penjara ibukota Libya secara teori saat ini berada di bawah pengawasan kementerian kehakiman, tetapi pada kenyataannya berada di bawah kementerian kepolisian. Hingga saat ini keamanan masih lemah, Libia belum memiliki pasukan keamanan yang komprehensif paska kejatuhan Gaddafi.
(aww)