Brahimi minta Iran bantu ciptakan gencatan senjata di Suriah
Senin, 15 Oktober 2012 - 20:19 WIB
Brahimi minta Iran bantu ciptakan gencatan senjata di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Utusan PBB untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi, meminta Pemerintah Iran membantu negara itu guna tercapainya gencatan senjata di Suriah selama perayaan Idul Adha nanti.
Seperti diberitakan dalam Iol.co.za, Senin (15/10/2012), Juru Bicara Brahimi, Ahmad Fawzi, mengatakan, permintaan tersebut diungkapkan Brahimi saat berkunjung ke Teheran, beberapa waktu lalu.
"Brahimi menghimbau Pemerintah Iran untuk memberikan bantuan guna terwujudnya kesepakatan gencatan senjata di Suriah selama Hari Raya Idul Adha. Sebab, momne ini adalah salah satu hari yang paling dianggap suci oleh seluruh umat muslim di dunia," ungkap Fawzi. Hari Raya Idul Adha sendiri akan jatuh pada 25 Oktober.
Brahimi mengaris bawahi, bahwa krisis yang terjadi di Suriah, kian hari kian parah. Ia menekankan, bahwa pertumpahan darah harus segera dihentikan. Menurutnya, gencatan senjata akan membantu menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan berkembangnya sebuah proses politik di Suriah.
Seperti diketahui sebelumnya, mantan utusan PBB untuk krisis Suriah, Kofi Annan, telah berhasil mewujudkan gencatan senjata antara militer Suriah dan kaum pemberontak Suriah pada 12 April lalu. Sayangnya, gencatang senjata hanya berlangsung sehari. Setelah itu, eskalasi pertempuran terus terjadi.
Sejak April lalu, pertempuran antara kedua belah pihak yang bertikai di Suriah terus meluas. Pemerintah Suirah mengunakan jet tempur dan helikopter untuk membalas serangan kaum pemberontak. Akibat pertikaian ini, jumlah korban tewas diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 orang.
Seperti diberitakan dalam Iol.co.za, Senin (15/10/2012), Juru Bicara Brahimi, Ahmad Fawzi, mengatakan, permintaan tersebut diungkapkan Brahimi saat berkunjung ke Teheran, beberapa waktu lalu.
"Brahimi menghimbau Pemerintah Iran untuk memberikan bantuan guna terwujudnya kesepakatan gencatan senjata di Suriah selama Hari Raya Idul Adha. Sebab, momne ini adalah salah satu hari yang paling dianggap suci oleh seluruh umat muslim di dunia," ungkap Fawzi. Hari Raya Idul Adha sendiri akan jatuh pada 25 Oktober.
Brahimi mengaris bawahi, bahwa krisis yang terjadi di Suriah, kian hari kian parah. Ia menekankan, bahwa pertumpahan darah harus segera dihentikan. Menurutnya, gencatan senjata akan membantu menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan berkembangnya sebuah proses politik di Suriah.
Seperti diketahui sebelumnya, mantan utusan PBB untuk krisis Suriah, Kofi Annan, telah berhasil mewujudkan gencatan senjata antara militer Suriah dan kaum pemberontak Suriah pada 12 April lalu. Sayangnya, gencatang senjata hanya berlangsung sehari. Setelah itu, eskalasi pertempuran terus terjadi.
Sejak April lalu, pertempuran antara kedua belah pihak yang bertikai di Suriah terus meluas. Pemerintah Suirah mengunakan jet tempur dan helikopter untuk membalas serangan kaum pemberontak. Akibat pertikaian ini, jumlah korban tewas diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 orang.
(aww)