Pemerintah Kuba tangkap 22 aktivis wanita
Senin, 15 Oktober 2012 - 17:03 WIB
Pemerintah Kuba tangkap 22 aktivis wanita
A
A
A
Sindonews.com – Aparat kemanan Kuba menangkap sedikitnya 22 aktivis anggota gerakan The Ladies in White, Minggu (14/10/2012). Para aktivis ini ditangkap ketika hendak memperingati satu tahun wafatnya pemimpin kelompok itu, Laura Pollan.
Seperti dikutip dari Iol.co.za, Senin (15/10/2012), The Ladies in White tetap akan melanjutkan aksi mereka, meski dibayangi ancaman penangkapan oleh aparat keamanan Kuba. “Kami akan tetap berbaris, meski ada tekanan dari Pemerintah Kuba,” tegas Berta Soler, pemimpin The Ladies in White pasca wafatnya Pollan.
Soler mengaku akan tetap melanjutkan misi yang diusung Pollan, walau rezim komunis Kuba melakukan tekanan hebat. "The Ladies in White sedang berduka, tapi kami tetap kuat. Saya memiliki laporan soal penangkapan yang dilakukan aparat. 12 penangkapan di Havana, 6 di Villa Clara dan 4 di Matanzas,” papar Soler.
The Ladies in White didirikan pada tahun 2003 oleh istri dan kerabat tahanan politik. Gerakan ini dibangun untuk menyuarakan kebebasan. The Ladies in White telah menjadi pusat dari upaya untuk mempromosikan perubahan di Kuba, setelah lebih dari lima dekade negara itu berada di bawah rezim komunis.
Selama aksi pawai di bagian Barat Havana, aktivis dari kelompok meneriakan, "Hidup Laura Pollan!" dan "kebebasan, kebebasan, kebebasan". Pollan sendiri meninggal pada 14 Oktober 2011 di sebuah rumah sakit Havana.
Ia meninggal setelah dirawat satu pekan akibat kesulitan bernapas yang akhirnya menyebabkan kegagalan pernapasan. Pollan juga telah berjuang melawan diabetes dan hipertensi. “Pollan menantang rezim di semua tingkatan," kata suami Pollan, Hector Maseda.
Seperti dikutip dari Iol.co.za, Senin (15/10/2012), The Ladies in White tetap akan melanjutkan aksi mereka, meski dibayangi ancaman penangkapan oleh aparat keamanan Kuba. “Kami akan tetap berbaris, meski ada tekanan dari Pemerintah Kuba,” tegas Berta Soler, pemimpin The Ladies in White pasca wafatnya Pollan.
Soler mengaku akan tetap melanjutkan misi yang diusung Pollan, walau rezim komunis Kuba melakukan tekanan hebat. "The Ladies in White sedang berduka, tapi kami tetap kuat. Saya memiliki laporan soal penangkapan yang dilakukan aparat. 12 penangkapan di Havana, 6 di Villa Clara dan 4 di Matanzas,” papar Soler.
The Ladies in White didirikan pada tahun 2003 oleh istri dan kerabat tahanan politik. Gerakan ini dibangun untuk menyuarakan kebebasan. The Ladies in White telah menjadi pusat dari upaya untuk mempromosikan perubahan di Kuba, setelah lebih dari lima dekade negara itu berada di bawah rezim komunis.
Selama aksi pawai di bagian Barat Havana, aktivis dari kelompok meneriakan, "Hidup Laura Pollan!" dan "kebebasan, kebebasan, kebebasan". Pollan sendiri meninggal pada 14 Oktober 2011 di sebuah rumah sakit Havana.
Ia meninggal setelah dirawat satu pekan akibat kesulitan bernapas yang akhirnya menyebabkan kegagalan pernapasan. Pollan juga telah berjuang melawan diabetes dan hipertensi. “Pollan menantang rezim di semua tingkatan," kata suami Pollan, Hector Maseda.
(esn)