Pemerintah Kolombia minta maaf pada Indian Amazon

Sabtu, 13 Oktober 2012 - 10:41 WIB
Pemerintah Kolombia...
Pemerintah Kolombia minta maaf pada Indian Amazon
A A A
Sindonews.com – Presiden Kolombia, Manuel Santos, meminta maaf pada kaum Indian yang tinggal di hutan Amazon, atas terjadinya tindak kekerasan yang muncul di masa ekploitasi karet dari hutan-hutan Amazon. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Sabtu (13/10/2012), persitiwa ini terjadi sekitar 100 tahun lalu.

“Kami meminta maaf pada masyarakat adat di Amazon untuk kematian dan kehancuran yang disebabkan oleh ledakan ekploitasi karet sekitar 100 tahun yang lalu. Atas nama perusahaan dan pemerintah, kami meminta maaf untuk semua orang yang tewas dan anak-anak yatim yang ditinggalkan,”ujar Santos yang juga berjanji hal seperti ini tak akan terjadi lagi di masa mendatang.

Menurutnya, saat itu pemerintah Kolombia belum memahami pentingnya menjaga adat dan budaya. “Saat itu, untuk mengejar kemajuan, pemerintah gagal untuk memahami pentingnya menjaga setiap adat dan budaya, sebagai bagian penting dari masyarakat. Kini, kami mengerti pentingnya memahami multi-etnis dan multikultural," lanjut Santos.

Di periode 1879 hingga 1912, eksploitasi karet dari hutan-hutan Amazon memang marak terjadi. Salah satu perusahan karet milik Peru yang didukung oleh pemerintah Kolombia, mengeksploitasi karet di La Chorrera, Selatan Amazon.

Menurut para pemimpin kaum Indian, lebih dari 100 ribu orang Indian Amazon tewas dalam masa eksploitasi karet ini. Di masa ini, kaum Indian Amazon mengalami penyiksaan yang luar biasa. Mereka dipaksa untuk bekerja dengan sistem perbudakan. Jika menolak, siksaan dan pembunuhan kerap terjadi.

Terjadinya aksi pelanggaran hak asasi manusia akibat eksploitasi karet ini kali pertama dipublikasikan oleh seorang Diplomat Inggris, Roger Casement pada 1912. Saat ini, pemerintah Kolombia mengakui ada 87 kelompok Indian yang tinggal di hutan Amazon.
(esn)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
Truk Polisi Diserang...
Truk Polisi Diserang dengan Bahan Peledak, 11 Orang Terluka
Berita Terkini
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
41 menit yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved