Demi tampil cantik, wanita paruh baya meregang nyawa
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 11:24 WIB
Demi tampil cantik, wanita paruh baya meregang nyawa
A
A
A
Sindonews.com - Wanita mana yang tidak ingin tampil cantik? Tentu semua kaum hawa mendambakannya dan berusaha keras untuk tampil sesempurna mungkin.
Tapi bagaimana jika kecantikan harus dibayar dengan nyawa? Hal ini dialami seorang wanita berusia 46 tahun di Hong Kong. Wanita ini dilaporkan tewas dan tiga orang lainnya sedang berjuang melawan maut setelah melakukan perawatan di salon kecantikan yang melibatkan transfusi darah.
“Ya,wanita berusia 46 tewas (Rabu pagi,10/10) akibat serangan infeksi (septic shock),” ungkap juru bicara pemerintah. Septic shockbiasanya disebabkan infeksi bakteri dan dapat mengakibatkan kegagalan organ pernapasan, bahkan kematian.
Berdasarkan laporan CNN, tiga orang lainnya, yakni berusia 56, 59,dan 60 tahun, masih dirawat di rumah sakit. Wanita berusia 56 tahun berada dalam kondisi serius, yang berusia 59 tahun stabil, sedangkan yang tertua, yaitu yang berumur 60 tahun, dilaporkan kritis.
Menurut laporan pemerintah, keempat wanita itu diketahui baru saja menjalani prosedur transfusi darah di salon kecantikan DR. Pengobatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki penampilan mereka.
Seperti dikutip harian China Daily,keempat wanita itu menjalani pengobatan cytokine- induced killer cells’(DC-Cik intravena),yang disebut sebagai plasma kaya trombosit, di lokasi DR Medical Beauty Group,Rabu (10/10). Para wanita ini rela merogoh kocek hingga USD6.400 (Rp61,675 juta) untuk prosedur tersebut. Prosedur ini mengharuskan darah para pasien diambil untuk diisolasi dan untuk tujuan mengembangkan sel-sel kekebalan jenis tertentu. Kemudian DC-Cik intravena ini disuntikkan kembali ke mereka berbarengan dengan plasma darah mereka sendiri.
Namun, tak berapa lama, keempat wanita ini merasakan sakit dengan keluhan demam, pusing,dan diare. Mereka pun segera dibawa ke rumah sakit. Dalam sampel darah yang diambil dari wanita yang meninggal, petugas kesehatan menemukan Mycobacterium abscessus,kuman yang sangat sulit disembuhkan. Adapun melalui pernyataan pada Rabu (10/10), salon kecantikan DR berkilah bahwa prosedur itu tidak dilakukan tim dokter yang mereka miliki.
Meskipun belum dipastikan penyebab langsung kematian wanita itu, para ahli mengatakan para korban telah terinfeksi bakteri. Pihak kepolisian dan otoritas medis pun diminta segera turun tangan melakukan penyelidikan. Tak hanya itu, para ahli kesehatan menyerukan agar regulasi industri kecantikan di Hong Kong semakin diperketat. Merespons hal ini, Pemerintah Hong Kong akan meninjau peraturan tentang prosedur perawatan kesehatan pribadi dan fasilitas.
”Tujuan dari kajian ini adalah untuk memperkuat kontrol pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan swasta,termasuk perawatan medis risiko tinggi untuk menjaga keselamatan publik,”terang Menteri Kesehatan Hong Kong Ko Wing-man
Tapi bagaimana jika kecantikan harus dibayar dengan nyawa? Hal ini dialami seorang wanita berusia 46 tahun di Hong Kong. Wanita ini dilaporkan tewas dan tiga orang lainnya sedang berjuang melawan maut setelah melakukan perawatan di salon kecantikan yang melibatkan transfusi darah.
“Ya,wanita berusia 46 tewas (Rabu pagi,10/10) akibat serangan infeksi (septic shock),” ungkap juru bicara pemerintah. Septic shockbiasanya disebabkan infeksi bakteri dan dapat mengakibatkan kegagalan organ pernapasan, bahkan kematian.
Berdasarkan laporan CNN, tiga orang lainnya, yakni berusia 56, 59,dan 60 tahun, masih dirawat di rumah sakit. Wanita berusia 56 tahun berada dalam kondisi serius, yang berusia 59 tahun stabil, sedangkan yang tertua, yaitu yang berumur 60 tahun, dilaporkan kritis.
Menurut laporan pemerintah, keempat wanita itu diketahui baru saja menjalani prosedur transfusi darah di salon kecantikan DR. Pengobatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki penampilan mereka.
Seperti dikutip harian China Daily,keempat wanita itu menjalani pengobatan cytokine- induced killer cells’(DC-Cik intravena),yang disebut sebagai plasma kaya trombosit, di lokasi DR Medical Beauty Group,Rabu (10/10). Para wanita ini rela merogoh kocek hingga USD6.400 (Rp61,675 juta) untuk prosedur tersebut. Prosedur ini mengharuskan darah para pasien diambil untuk diisolasi dan untuk tujuan mengembangkan sel-sel kekebalan jenis tertentu. Kemudian DC-Cik intravena ini disuntikkan kembali ke mereka berbarengan dengan plasma darah mereka sendiri.
Namun, tak berapa lama, keempat wanita ini merasakan sakit dengan keluhan demam, pusing,dan diare. Mereka pun segera dibawa ke rumah sakit. Dalam sampel darah yang diambil dari wanita yang meninggal, petugas kesehatan menemukan Mycobacterium abscessus,kuman yang sangat sulit disembuhkan. Adapun melalui pernyataan pada Rabu (10/10), salon kecantikan DR berkilah bahwa prosedur itu tidak dilakukan tim dokter yang mereka miliki.
Meskipun belum dipastikan penyebab langsung kematian wanita itu, para ahli mengatakan para korban telah terinfeksi bakteri. Pihak kepolisian dan otoritas medis pun diminta segera turun tangan melakukan penyelidikan. Tak hanya itu, para ahli kesehatan menyerukan agar regulasi industri kecantikan di Hong Kong semakin diperketat. Merespons hal ini, Pemerintah Hong Kong akan meninjau peraturan tentang prosedur perawatan kesehatan pribadi dan fasilitas.
”Tujuan dari kajian ini adalah untuk memperkuat kontrol pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan swasta,termasuk perawatan medis risiko tinggi untuk menjaga keselamatan publik,”terang Menteri Kesehatan Hong Kong Ko Wing-man
(aww)