Terlibat Al Qaeda, warga AS ditahan

Kamis, 11 Oktober 2012 - 20:47 WIB
Terlibat Al Qaeda, warga...
Terlibat Al Qaeda, warga AS ditahan
A A A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Yaman menahan seorang warga Amerika Serikat (AS) yang diduga memiliki keterkaitan dengan Al Qaeda. Pihak AS sendiri menyadari munculnya laporan tersebut.

Pihak berwenang menangkap tersangka itu di sebuah hotel di Kota Shabwa. Kota ini dianggap sebagai salah dari basis pertahanan dari Al Qaeda, hingga pada akhirnya militer Yaman berhasil mendorong mereka hingga ke wilayah pegununungan. Saat ditangkap, tersangka membawa dua paspor AS dan satu paspor Jerman.

"Kami mengetahui laporan tersebut dan masih mencari informasi dari Pemerintah Yaman mengenai identitas dan kewarganegaraan tersangka," ujar juru bicara Kedutaan AS di Yaman, Louis Fintor, seperti dikutip Associated Press, Kamis (11/10/2012).

Pihak berwenang Yaman mengatakan, telah memindahkan tersangka ke Sanaa, di mana dirinya langsung diinterogasi oleh pejabat intelijen setempat. Menurut laporan, tersangka diketahui menyebarkan ajaran agama di Arab Saudi, sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah ke Yaman, beberapa bulan lalu.

Yaman terus melakukan penangkapan terhadap beberapa warga asing dari Barat, Asia atau daerah manapun yang diduga memiliki kaitan dengan Al Qaeda. Mereka pun mewaspadai setiap warga asing yang memasuki wilayah Shabwa, karena statusnya sebagai basis pertahanan Al Qaeda.

Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi dikabarkan berada di Shabwa untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan pemimpin suku di sana. Presiden Hadi mengatakan, pihaknya hendak mengatur keamanan di wilayah Shabwa yang terus terancam oleh keberadaan Al Qaeda.

Dalam pertemuan tersebut, Hadi pun mendesak agar semua suku yang berada di Shabwa untuk bersatu bersama pemerintah untuk melawan Al Qaeda. Dirinya juga memperingatkan agar warga tidak memberikan perlindungan kepada kelompok jaringan teroris internasional tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
10 menit yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
40 menit yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
1 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
1 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved