Bentrok polisi & pemberontak di Filipina selatan, 2 tewas
Selasa, 09 Oktober 2012 - 14:41 WIB
Bentrok polisi & pemberontak di Filipina selatan, 2 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Dua orang dilaporkan tewas setelah terjadinya bentrokan antara polisi dan kelompok pemberontak sayap kiri. Bentrokan ini pecah dalam sebuah operasi penumpasan pemberontak di Provinsi Agusan del Sur, Filipina Selatan.
Juru bicara kepolisian wilayah Caraga, Filipina Selatan, Martin Gamba, mengatakan dua orang tewas dalam operasi penyergapan kamp pemberontak di Caigangan, Provinsi Agusan del Sur, Filipina Selatan. Dua orang tersebut adalah seorang anggota polisi, Rommel Demaulo dan seorang Tentara Rakyat Baru (NPA)
Seperti diberitakan Xinhua, Selasa (9/10/2012), Gamba mengatakan, baku tembak pecah selama 35 menit. Pasukan gabungan yang terdiri dari Kepolisian provinsi dan regional, serta tim dari Batalyon Infanteri 23 melancarkan operasi penyergapan ke Front Gerilya ke-3 NPA.
Pasukan pemerintah berhasil menyelamatkan Jessie Agravante, seorang anggota milisi yang ditugaskan berjaga di dekat Desa La Fortuna, sebuah lokasi yang diyakini sebagai lokasi penculikan terakhir pada Oktober 5 lalu. Beberapa bom sederhana, granat tangan, dan puluhan amunisi berhasil disita dalam operasi tersebut.
NPA diperkirakan memiliki 4000 pasukan. Kelompok pemberontak sayap kanan yang merupakan anggota Partai Komunis Filipina itu, terus melakukan pemberontakan di Filipina selama 43 tahun terakhir di 60 Provinsi Filipina.
Juru bicara kepolisian wilayah Caraga, Filipina Selatan, Martin Gamba, mengatakan dua orang tewas dalam operasi penyergapan kamp pemberontak di Caigangan, Provinsi Agusan del Sur, Filipina Selatan. Dua orang tersebut adalah seorang anggota polisi, Rommel Demaulo dan seorang Tentara Rakyat Baru (NPA)
Seperti diberitakan Xinhua, Selasa (9/10/2012), Gamba mengatakan, baku tembak pecah selama 35 menit. Pasukan gabungan yang terdiri dari Kepolisian provinsi dan regional, serta tim dari Batalyon Infanteri 23 melancarkan operasi penyergapan ke Front Gerilya ke-3 NPA.
Pasukan pemerintah berhasil menyelamatkan Jessie Agravante, seorang anggota milisi yang ditugaskan berjaga di dekat Desa La Fortuna, sebuah lokasi yang diyakini sebagai lokasi penculikan terakhir pada Oktober 5 lalu. Beberapa bom sederhana, granat tangan, dan puluhan amunisi berhasil disita dalam operasi tersebut.
NPA diperkirakan memiliki 4000 pasukan. Kelompok pemberontak sayap kanan yang merupakan anggota Partai Komunis Filipina itu, terus melakukan pemberontakan di Filipina selama 43 tahun terakhir di 60 Provinsi Filipina.
(aww)