Oposisi Georgia klaim menang pemilu
Rabu, 03 Oktober 2012 - 08:08 WIB
Oposisi Georgia klaim menang pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Oposisi Georgia mengklaim memenangkan pemilihan umum (pemilu) parlemen yang digelar Senin (1/10). Namun karena sistem pemilu yang rumit,pengumuman hasil pemilu dapat memicu kerusuhan.
Pendukung miliarder Bidzina Ivanishvili yang memimpin koalisi oposisi Mimpi Georgia, merayakan kemenangan mereka setelah pemungutan suara ditutup. Namun, partai berkuasa menyatakan pihaknya masih bisa menang. Saling klaim kedua pihak ini dikhawatirkan dapat memicu kerusuhan.
“Pemilu diselenggarakan di lingkungan kompetisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan nantinya hasil akhir akan secara akurat mencerminkan kehendak rakyat,” terang Kepala Komisi Zurab Kharatishvili.
Tingkat partisipasi dalam pemilu tercatat sebanyak 61% dari total pemilih terdaftar. CEC menegaskan tidak ada pelanggaran berat selama pemilu. Pemimpin koalisi oposisi Ivanishvili menyatakan kemenangan partainya melalui siaran televisi. “Kami telah menang! Rakyat Georgia telah menang!” ungkap Ivanishvili dalam pidato televisi di saluran oposisi TV 9.
Sontak, ribuan pendukung mereka pun tumpah ruah di jalanan untuk merayakan kemenangan. Para pendukung oposisi berkumpul di Lapangan Merdeka di pusat Tbilisi. Mereka mengelu-elukan kemenangan partainya.
“Hidup Georgia!” teriak mereka. Meski beberapa pihak mengatakan bahwa koalisi oposisi masih bisa kalah,karena hampir setengah dari kursi parlemen diputuskan dengan cara firstpast- the-post daripada menggunakan sistem perwakilan proporsional, sepertinya para pendukung oposisi tidak terlalu mengindahkan hal itu.
Mereka terlihat begitu gembira dan terus dan melambaikan bendera Georgia. “Saya tidak memperkirakan hal ini. Saya yakin semuanya akan berubah untuk yang terbaik,” terang Maya Asanidze,seorang wanita pendukung oposisi, kepada AFP.
Sementara itu, partai berkuasa yang dipimpin Presiden Mikheil Saakashvili memperingatkan jika partainya masih berpotensi menang.
“Kita perlu menunggu hasil, tetapi terlihat jelas jika koalisi Mimpi Georgia telah memenangkan mayoritas dalam pemilihan proporsional tetapi hanya dalam satu mandat konstituen, sedangkan mayoritas suara telah dimiliki Gerakan Persatuan Nasional Georgia (pihak berkuasa),” terang Saakashvili dalam komentar yang disiarkan televisi.
Juru bicara partainya, Chiora Taktakishvili, lebih eksplisit mengatakan bahwa Gerakan Persatuan Nasional akan meraih mayoritas yang solid di parlemen baru.
Pendukung miliarder Bidzina Ivanishvili yang memimpin koalisi oposisi Mimpi Georgia, merayakan kemenangan mereka setelah pemungutan suara ditutup. Namun, partai berkuasa menyatakan pihaknya masih bisa menang. Saling klaim kedua pihak ini dikhawatirkan dapat memicu kerusuhan.
“Pemilu diselenggarakan di lingkungan kompetisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan nantinya hasil akhir akan secara akurat mencerminkan kehendak rakyat,” terang Kepala Komisi Zurab Kharatishvili.
Tingkat partisipasi dalam pemilu tercatat sebanyak 61% dari total pemilih terdaftar. CEC menegaskan tidak ada pelanggaran berat selama pemilu. Pemimpin koalisi oposisi Ivanishvili menyatakan kemenangan partainya melalui siaran televisi. “Kami telah menang! Rakyat Georgia telah menang!” ungkap Ivanishvili dalam pidato televisi di saluran oposisi TV 9.
Sontak, ribuan pendukung mereka pun tumpah ruah di jalanan untuk merayakan kemenangan. Para pendukung oposisi berkumpul di Lapangan Merdeka di pusat Tbilisi. Mereka mengelu-elukan kemenangan partainya.
“Hidup Georgia!” teriak mereka. Meski beberapa pihak mengatakan bahwa koalisi oposisi masih bisa kalah,karena hampir setengah dari kursi parlemen diputuskan dengan cara firstpast- the-post daripada menggunakan sistem perwakilan proporsional, sepertinya para pendukung oposisi tidak terlalu mengindahkan hal itu.
Mereka terlihat begitu gembira dan terus dan melambaikan bendera Georgia. “Saya tidak memperkirakan hal ini. Saya yakin semuanya akan berubah untuk yang terbaik,” terang Maya Asanidze,seorang wanita pendukung oposisi, kepada AFP.
Sementara itu, partai berkuasa yang dipimpin Presiden Mikheil Saakashvili memperingatkan jika partainya masih berpotensi menang.
“Kita perlu menunggu hasil, tetapi terlihat jelas jika koalisi Mimpi Georgia telah memenangkan mayoritas dalam pemilihan proporsional tetapi hanya dalam satu mandat konstituen, sedangkan mayoritas suara telah dimiliki Gerakan Persatuan Nasional Georgia (pihak berkuasa),” terang Saakashvili dalam komentar yang disiarkan televisi.
Juru bicara partainya, Chiora Taktakishvili, lebih eksplisit mengatakan bahwa Gerakan Persatuan Nasional akan meraih mayoritas yang solid di parlemen baru.
(aww)