Georgia gelar pemilu parlemen
Selasa, 02 Oktober 2012 - 10:12 WIB
Georgia gelar pemilu parlemen
A
A
A
Sindonews.com - Georgia menggelar pemilihan umum (pemilu) parlemen, kemarin. Partai berkuasa harus menghadapi kubu oposisi yang dipimpin seorang miliarder, Bidzina Ivanishvili.
Ini merupakan pemilu yang ketat dan menguji demokrasi di bekas negara Uni Soviet tersebut. Pemilu ini dinilai sangat penting untuk masa depan Georgia karena parlemen dan perdana menteri akan menjadi lebih kuat.
Kekuasaan kepresidenan akan berkurang secara signifikan dalam perubahan konstitusi yang berlaku setelah dua masa pemerintahan Presiden Mikheil Saakashvili berakhir pada 2013.
Lebih dari 3,6 juta orang tercatat berhak memilih dalam pemilu yang dipantau pengawas internasional OSCE. Sebanyak 14 partai akan memperebutkan 150 kursi di parlemen untuk masa jabatan empat tahun. Presiden Mikheil Saakashvili yang berasal dari partai berkuasa akan menghadapi tantangan terbesarnya sejak berkuasa.
Saakashvili menjanjikan pemilu yang paling bebas dan transparan sejak Georgia merdeka pada 1991. Presiden incumbent ini juga menggambarkan pemilu ini sebagai pilihan antara program progresif pemerintahannya yang condong Barat, atau masa depan yang didominasi Rusia seperti ditawarkan oposisi.
Ini merupakan pemilu yang ketat dan menguji demokrasi di bekas negara Uni Soviet tersebut. Pemilu ini dinilai sangat penting untuk masa depan Georgia karena parlemen dan perdana menteri akan menjadi lebih kuat.
Kekuasaan kepresidenan akan berkurang secara signifikan dalam perubahan konstitusi yang berlaku setelah dua masa pemerintahan Presiden Mikheil Saakashvili berakhir pada 2013.
Lebih dari 3,6 juta orang tercatat berhak memilih dalam pemilu yang dipantau pengawas internasional OSCE. Sebanyak 14 partai akan memperebutkan 150 kursi di parlemen untuk masa jabatan empat tahun. Presiden Mikheil Saakashvili yang berasal dari partai berkuasa akan menghadapi tantangan terbesarnya sejak berkuasa.
Saakashvili menjanjikan pemilu yang paling bebas dan transparan sejak Georgia merdeka pada 1991. Presiden incumbent ini juga menggambarkan pemilu ini sebagai pilihan antara program progresif pemerintahannya yang condong Barat, atau masa depan yang didominasi Rusia seperti ditawarkan oposisi.
(aww)