Ahmadinejad kecam intimidasi barat pada program nuklir Iran
Jum'at, 28 September 2012 - 09:41 WIB
Ahmadinejad kecam intimidasi barat pada program nuklir Iran
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam Barat dan Israel yang dianggap mengintimidasi program nuklir Teheran, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel memboikot pidato tahunan kedelapan Iran di Sidang Umum PBB, sehingga tidak ada lagi walk-outseperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, masih muncul kata-kata keras Ahmadinejad bagi musuh-musuh Iran.
“Perlombaan senjata dan intimidasi dengan senjata nuklir dan senjata pemusnah massal oleh kekuatan hegemonik sudah biasa,” ungkap Ahmadinejad, dalam pidato 35 menit yang disambut sedikit tepuk tangan.
“Lanjutan ancaman oleh Zionis tidak beradab untuk menggunakan aksi militer terhadap bangsa besar kami adalah contoh jelas kenyataan pahit ini,”kata Ahmadinejad merujuk Israel,dikutip AFP. Ahmadinejad mengatakan bahwa dunia sedang membutuhkan tatanan baru dan cara berpikir baru, karena ada diskriminasi dan monopoli di PBB yang sama sekali tidak dapat diterima.
Dalam pidatonya, Ahmadinejad tidak mengatakan langsung nama Israel, tapi dengan menyebutnya ”rezim palsu” atau ”Zionis tak berbudaya”.
Menurut BBC, pada konferensi pers, Ahmadinejad menyatakan Teheran siap berdialog dengan AS,meskipun menilai sanksi Washington hanya digunakan sebagai balas dendam. Dia juga menegaskan Iran tidak takut terhadap serangan militer asing terhadap fasilitas nuklir yang dimilikinya.
“Iran dapat menetralkan serangan tersebut,”terangnya. Pidato yang disampaikan Ahmadinejad ini merupakan luapan kemarahan Iran, setelah menahan diri dalam pidato sebelumnya.
Menanggapi kecaman ini, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menekan Washington untuk menerapkan garis merah terhadap Teheran. Jika keluar dari garis ini, intervensi militer akan diberlakukan.
Baru-baru ini Netanyahu juga memperingatkan bahwa Iran hanya memerlukan enam atau tujuh bulan lagi untuk mempunyai uranium pengayaan 90%,yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir. Sementara itu juru bicara AS di PBB, Erin Pelton,menuduh Iran menghina Israel.
“Selama beberapa hari terakhir, kami melihat Ahmadinejad sekali lagi menggunakan kunjungannya ke PBB untuk memberikan teori paranoid dan penghinaan menjijikkan terhadap Israel,” katanya, dikutip AFP.
Dalam pidato di Sidang Umum pada Selasa (25/9),Obama menegaskan AS akan melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk mencegah Iran melewati ambang batas nuklir, yang bisa meningkatkan kemungkinan konfrontasi.
Para menteri luar negeri AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman bertemu di New York pada Kamis (27/9) di sela Sidang Umum PBB, untuk membahas isu nuklir Iran yang semakin tegang. Barat sangat yakin program pengayaan uranium Iran untuk memproduksi bahan baku senjata nuklir.Hal ini dianggap dapat mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah yang sudah labil.
Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Israel memboikot pidato tahunan kedelapan Iran di Sidang Umum PBB, sehingga tidak ada lagi walk-outseperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, masih muncul kata-kata keras Ahmadinejad bagi musuh-musuh Iran.
“Perlombaan senjata dan intimidasi dengan senjata nuklir dan senjata pemusnah massal oleh kekuatan hegemonik sudah biasa,” ungkap Ahmadinejad, dalam pidato 35 menit yang disambut sedikit tepuk tangan.
“Lanjutan ancaman oleh Zionis tidak beradab untuk menggunakan aksi militer terhadap bangsa besar kami adalah contoh jelas kenyataan pahit ini,”kata Ahmadinejad merujuk Israel,dikutip AFP. Ahmadinejad mengatakan bahwa dunia sedang membutuhkan tatanan baru dan cara berpikir baru, karena ada diskriminasi dan monopoli di PBB yang sama sekali tidak dapat diterima.
Dalam pidatonya, Ahmadinejad tidak mengatakan langsung nama Israel, tapi dengan menyebutnya ”rezim palsu” atau ”Zionis tak berbudaya”.
Menurut BBC, pada konferensi pers, Ahmadinejad menyatakan Teheran siap berdialog dengan AS,meskipun menilai sanksi Washington hanya digunakan sebagai balas dendam. Dia juga menegaskan Iran tidak takut terhadap serangan militer asing terhadap fasilitas nuklir yang dimilikinya.
“Iran dapat menetralkan serangan tersebut,”terangnya. Pidato yang disampaikan Ahmadinejad ini merupakan luapan kemarahan Iran, setelah menahan diri dalam pidato sebelumnya.
Menanggapi kecaman ini, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menekan Washington untuk menerapkan garis merah terhadap Teheran. Jika keluar dari garis ini, intervensi militer akan diberlakukan.
Baru-baru ini Netanyahu juga memperingatkan bahwa Iran hanya memerlukan enam atau tujuh bulan lagi untuk mempunyai uranium pengayaan 90%,yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir. Sementara itu juru bicara AS di PBB, Erin Pelton,menuduh Iran menghina Israel.
“Selama beberapa hari terakhir, kami melihat Ahmadinejad sekali lagi menggunakan kunjungannya ke PBB untuk memberikan teori paranoid dan penghinaan menjijikkan terhadap Israel,” katanya, dikutip AFP.
Dalam pidato di Sidang Umum pada Selasa (25/9),Obama menegaskan AS akan melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk mencegah Iran melewati ambang batas nuklir, yang bisa meningkatkan kemungkinan konfrontasi.
Para menteri luar negeri AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman bertemu di New York pada Kamis (27/9) di sela Sidang Umum PBB, untuk membahas isu nuklir Iran yang semakin tegang. Barat sangat yakin program pengayaan uranium Iran untuk memproduksi bahan baku senjata nuklir.Hal ini dianggap dapat mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah yang sudah labil.
(aww)