Pemberontak harapkan bantuan persenjataan

Senin, 24 September 2012 - 09:53 WIB
Pemberontak harapkan...
Pemberontak harapkan bantuan persenjataan
A A A
Sindonews.com - Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengklaim mengontrol sebagian besar wilayah negara itu, kemarin. Klaim itu muncul sehari setelah mengatakan FSA memindahkan pusat komandonya dari Turki ke wilayah yang telah dibebaskan di Suriah.

Di tengah pertempuran yang terus berlangsung, komandan FSA menegaskan bahwa kemampuan pertahanan udara rezim Suriah menjadi satusatunya yang menghalangi pemberontak menguasai ibu kota.

“Kami mengontrol sebagian besar negara. Di sebagian besar wilayah, tentara-tentara tertahan di barak-barak mereka. Mereka sangat sulit keluar dan kami dapat bergerak bebas ke mana pun, kecuali Damaskus,” tutur Kolonel Ahmed Abdel Wahab, komandan FSA,pada AFP.

“Dengan atau tanpa bantuan luar,kejatuhan rezim hanya tinggal beberapa bulan lagi,bukan hitungan tahun. Jika kami memiliki rudal antitank dan antipesawat, kami dapat dengan mudah mendapat keuntungan,” papar Abdel Wahab yang mengklaim memimpin brigade 850 tentara di FSA.

“Tapi jika negara-negara asing tidak memberi kami itu, kami tetap akan menang. Akan membutuhkan waktu lama.Itu saja.

” Wahab merupakan seorang kolonel dalam tentara rezim Suriah sembilan bulan silam. Dia mengaku akhirnya membelot karena tidak tahan melihat kejahatan rezim. Dia memimpin empat batalion yang membentuk brigade “Nasser Salaheddine” di Aleppo dan kawasan itu. Dia menghadiri rapat harian dengan para pemimpin FSA di wilayah utara.

Dari sanalah sejumlah perintah diberikan kepadanya dan komandan batalion lainnya. Sabtu (22/9),FSA menyatakan setelah pemindahan pusat komando dari Turki ke wilayah di Suriah, tahap selanjutnya ialah membebaskan Damaskus.

“ Komando FSA telah pindahke wilayahyangdibebaskan di Suriah setelah zona tersebut diamankan beberapa batalion dan brigade pejuang FSA,”ungkap Kepala FSA Kolonel Riyadh al-Asaad dalam video yang diunggah di internet.

Menurut Pengawas Hak Asasi Suriah (SOHR), hampir 80% kota dan desa di sepanjang perbatasan Turki sudah berada di luar kontrol Damaskus. Oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) memperingatkan bahwa konflik mematikan yang terjadi sejak Maret 2011 sedang mencapai puncaknya dan dapat memicu ekstremisme lebih tinggi di negara-negara tertinggi.

SOHR menjelaskan bahwa sedikitnya 29.000 orang tewas sejak revolusi melawan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad bergulir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan lebih dari 20.000 orang tewas akibat konflik di Suriah. Seorang jenderal NATO berpendapat, pihaknya tidak yakin intervensi militer asing akan membawa perbaikan situasi keamanan Suriah.

“Proses politik telah dilakukan, sanksi-sanksi perlu diterapkan.Saat ini situasi tidak dapat diselesaikan oleh militer secara bertanggung jawab,” kata Jenderal Manfred Lange dari Jerman.

Sementara itu, konflik Suriah diperkirakan akan membayangi pertemuan para pemimpin negara di Majelis Umum PBB yang dimulai Selasa (25/9) mendatang. Karena perbedaan komunitas internasional dalam menangani konflik Suriah, PBB tidak menggelar pertemuan resmi membahas kekerasan di negara itu.

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan pemimpin Barat lainnya diperkirakan akan menyinggung konflik Suriah dalam pidatonya. Obama merupakan salah satu pembicara pertama dalam acara yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Kimoon tersebut.
(aww)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
14 menit yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
1 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
1 jam yang lalu
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
2 jam yang lalu
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
2 jam yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Baru di Los...
Kebakaran Baru di Los Angeles, Trump Justru Ancam Hentikan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved