AS: Myanmar harus tindaklanjuti reformasi
Rabu, 19 September 2012 - 14:53 WIB
AS: Myanmar harus tindaklanjuti reformasi
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) memperingatkan pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi kemajuan reformasi yang sejauh ini telah dicapai oleh Myanmar bisa mundur jika tidak terus ditindaklanjuti.
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton saat bertemu dengan Suu Kyi menekankan pemerintah dan kelompok oposisi Myanmar perlu untuk terus bekerja sama untuk menyatukan negara, serta menyembuhkan luka masa lalu dan terus melakukan reformasi.
Sementara, Suu Kyi mengatakan pemerintah Myanmar telah berhasil melalui rintangan pertama. Dia menambahkan sebagai bagian dari kemitraan dengan AS seharusnya ada pengurangan sanksi lanjutan.
"Saya mendukung pengurangan sanki bagi Myanmar, karena penduduk Myanmar bisa memulai memikul tanggung jawab atas nasib mereka sendiri," imbuh Suu Kyi yang tengah berpidato di Insitute Perdamaian AS di Washington seperti diberitakan BBC, Rabu (19/9/2012).
"Pada akhirnya, kita harus membangun demokrasi kita sendiri," pungkas Suu Kyi.
Dalam kesempatan itu, Hillary juga sempat menyinggung kekhawatiranya atas bentrok antar sekte yang baru-baru ini terjadi di Myamar yang diduga memiliki keterkaitan dengan Korea Utara.
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton saat bertemu dengan Suu Kyi menekankan pemerintah dan kelompok oposisi Myanmar perlu untuk terus bekerja sama untuk menyatukan negara, serta menyembuhkan luka masa lalu dan terus melakukan reformasi.
Sementara, Suu Kyi mengatakan pemerintah Myanmar telah berhasil melalui rintangan pertama. Dia menambahkan sebagai bagian dari kemitraan dengan AS seharusnya ada pengurangan sanksi lanjutan.
"Saya mendukung pengurangan sanki bagi Myanmar, karena penduduk Myanmar bisa memulai memikul tanggung jawab atas nasib mereka sendiri," imbuh Suu Kyi yang tengah berpidato di Insitute Perdamaian AS di Washington seperti diberitakan BBC, Rabu (19/9/2012).
"Pada akhirnya, kita harus membangun demokrasi kita sendiri," pungkas Suu Kyi.
Dalam kesempatan itu, Hillary juga sempat menyinggung kekhawatiranya atas bentrok antar sekte yang baru-baru ini terjadi di Myamar yang diduga memiliki keterkaitan dengan Korea Utara.
(aww)