Gunung berapi Fuego meletus, 11000 warga diungsikan
Jum'at, 14 September 2012 - 14:05 WIB
Gunung berapi Fuego meletus, 11000 warga diungsikan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Guetemala terpaksa mengungsikan puluhan ribu penduduk setelah Gunung berapi Fuego memuntahkan asap dan debu setinggi 1000 meter ke atas langit, Kamis sore waktu setempat.
Direktur Badan darurat Guetemala, CONCED, Sergio Cabanas mengatakan edikitnya 11 ribu orang telah diungsikan sementara itu 8 ribu orang telah dipindahkan ke pusat penampungan.
Sementara itu, 10 ribu orang penduduk lain terancam mengungsi jika angin yang membawa muntahan asap debu berubah arah.
Pemerintah Guatemala telah meningkatkan status gunung menjadi "merah" yang artinya paspada. Akibat ledakan gunung tersebut, dua buah aliran lava yang mengangkut batu dan abu panas mengair sejuah sepanjang 600 meter bagian selatan lereng gunung berapi Fuego.
"Bahaya terbesar yang sedang dihadapi saat ini adalah abu," ungkap Cabanas seperti diberitakan ABCnews, Jumat (14/9/2012).
Presiden Guatemala Otto Perez Molina dari Kosta Kica mengatakan letusan gunung berapi bisa memepengaruhi penduduk yang tinggal di Guatemala City. Presiden Guatemala akan berupaya sebaik mungkin agar warga tidak sampai menderita kerugian.
Bandara Guatemala tetap dibuka, tapi para pejbat menutup rute penerbangan ke bandara La Aurora di Guatemala City dan bandara internasional Tapachula di Chiapas, Mexico.
Pendudul lokal mengatakan muntahan debu telah membuat langit menjadi gelap dan memaksa penghentian kegiatan belajar mengajar. Gunung berapi Fuego yang terletak 40 km dari Ibu Kota Guatemala City kembali aktif setelah meledak satu dekade lalu.
Direktur Badan darurat Guetemala, CONCED, Sergio Cabanas mengatakan edikitnya 11 ribu orang telah diungsikan sementara itu 8 ribu orang telah dipindahkan ke pusat penampungan.
Sementara itu, 10 ribu orang penduduk lain terancam mengungsi jika angin yang membawa muntahan asap debu berubah arah.
Pemerintah Guatemala telah meningkatkan status gunung menjadi "merah" yang artinya paspada. Akibat ledakan gunung tersebut, dua buah aliran lava yang mengangkut batu dan abu panas mengair sejuah sepanjang 600 meter bagian selatan lereng gunung berapi Fuego.
"Bahaya terbesar yang sedang dihadapi saat ini adalah abu," ungkap Cabanas seperti diberitakan ABCnews, Jumat (14/9/2012).
Presiden Guatemala Otto Perez Molina dari Kosta Kica mengatakan letusan gunung berapi bisa memepengaruhi penduduk yang tinggal di Guatemala City. Presiden Guatemala akan berupaya sebaik mungkin agar warga tidak sampai menderita kerugian.
Bandara Guatemala tetap dibuka, tapi para pejbat menutup rute penerbangan ke bandara La Aurora di Guatemala City dan bandara internasional Tapachula di Chiapas, Mexico.
Pendudul lokal mengatakan muntahan debu telah membuat langit menjadi gelap dan memaksa penghentian kegiatan belajar mengajar. Gunung berapi Fuego yang terletak 40 km dari Ibu Kota Guatemala City kembali aktif setelah meledak satu dekade lalu.
(aww)