Pabrik terbakar, 261 orang tewas
Kamis, 13 September 2012 - 06:57 WIB
Pabrik terbakar, 261 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 261 orang tewas terpanggang ketika kebakaran terpisah melanda sebuah pabrik sepatu dan pabrik garmen di Karachi dan Lahore, Pakistan, Selasa 11 September malam waktu setempat.
Korban tewas dalam peristiwa itu tampaknya bakal memunculkan pertanyaan baru mengenai keselamatan kerja di industri negara berkekuatan nuklir di Asia Selatan itu dan menyebabkan kritik terhadap pemerintah yang tidak populer saat ini.Korban jiwa dalam kebakaran itu diperkirakan terus bertambah.
Dalam insiden itu, api langsung membakar cepat sebuah pabrik garmen di Karachi dan menewaskan lebih dari 236 orang.
“Orang-orang mulai berteriak untuk mencari selamat,” papar Mohammad Asif, 20, seorang karyawan pabrik garmen, kepada Reuters.“Semua orang pergi ke jendela,saya melompat dari lantai tiga.
” Petugas Pemadam Kebakaran Karachi Zakir Khan mengatakan, seorang anak termasuk dalam jumlah orang yang tewas dan sedikitnya 25 orang terluka akibat kebakaran itu. “Sejauh ini, tiga rumah sakit utama di Karachi telah menerima 194 mayat,” ujar Menteri Kesehatan Provinsi Sindh Saghir Ahmed kepada AFP.
Kebakaran di pabrik garmen terjadi dalam beberapa jam setelah sedikitnya 25 orang tewas dalam kebakaran yang melanda sebuah pabrik sepatu di Lahore, dekat perbatasan dengan India.
Arus pendek yang terjadi di sebuah generator pabrik diduga menjadi penyebab kebakaran itu. Puluhan orang lain juga mengalami luka-luka di pabrik garmen di Karachi saat mereka melompat dari jendela bangunan empat lantai untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Para kerabat pekerja pabrik yang terjebak di bangunan itu berteriak dan menangis. Mereka sempat terlibat baku hantam dengan polisi saat para anggota tim penyelamat berusaha menyelamatkan orangorang yang telah putus asa itu.
“Sejauh ini kami telah menemukan 110 mayat dan masih mencari korban lagi,”papar kepala pemadam kebakaran Karachi Ehtesham Salim kepada AFP.
“Kami menemukan puluhan orang tewas di sebuah ruangan besar di basement pabrik itu. Mayat-mayat itu terbakar habis. Dan, sebagian yang masih berasap, kami padamkan sebelum membawanya ke rumah sakit.”
Seperti dikutip BBC, Salim mengatakan bahwa stafnya mencoba menyelamatkan sekitar 20 orang yang terjebak di bawah tanah dan di lantai empat. Sayangnya, bangunan itu diketahui tidak memiliki pintu darurat atau sarana alternatif untuk melarikan diri. Akibatnya,sebagian besar korban tewas karena mati lemas.
“ Kami menemukan orangorang yang meninggal karena sesak napas yang disebabkan asap yang sangat beracun.Mereka meninggal terlebih dahulu dan kemudian tubuh mereka dibakar oleh kobaran api,” ujar Salim. Pabrik itu membuat pakaian dalam dan perlengkapan plastik.
Belum diketahui apa penyebab kebakaran ini tapi Menteri Perindustrian Provinsi Sindh, yang beribu kota Karachi,Rauf Siddiqi,mengungkapkan,pemilik pabrik itu diperiksa atas dugaan kelalaian.
“Kami memerintahkan penyelidikan tentang bagaimana kebakaran terjadi dan mengapa pintu darurat yang layak tidak ada di pabrik sehingga pekerja bisa menyelamatkan diri,” ujar dia kepada AFP.
Kepada Reuters, Superintenden Senior Polisi Amir Farooqi memaparkan bahwa polisi sedang menyisir Karachi untuk mencari pemilik pabrik itu. Kritik menyebutkan, Pemerintah Pakistan terlalu korup dan tidak efektif dalam memfokuskan kesejahteraan pekerja dan dipusingkan dengan masalah lain,dari kurangnya pasokan listrik,kemiskinan yang merajalela, hingga pemberontakan Taliban.
Korban tewas dalam peristiwa itu tampaknya bakal memunculkan pertanyaan baru mengenai keselamatan kerja di industri negara berkekuatan nuklir di Asia Selatan itu dan menyebabkan kritik terhadap pemerintah yang tidak populer saat ini.Korban jiwa dalam kebakaran itu diperkirakan terus bertambah.
Dalam insiden itu, api langsung membakar cepat sebuah pabrik garmen di Karachi dan menewaskan lebih dari 236 orang.
“Orang-orang mulai berteriak untuk mencari selamat,” papar Mohammad Asif, 20, seorang karyawan pabrik garmen, kepada Reuters.“Semua orang pergi ke jendela,saya melompat dari lantai tiga.
” Petugas Pemadam Kebakaran Karachi Zakir Khan mengatakan, seorang anak termasuk dalam jumlah orang yang tewas dan sedikitnya 25 orang terluka akibat kebakaran itu. “Sejauh ini, tiga rumah sakit utama di Karachi telah menerima 194 mayat,” ujar Menteri Kesehatan Provinsi Sindh Saghir Ahmed kepada AFP.
Kebakaran di pabrik garmen terjadi dalam beberapa jam setelah sedikitnya 25 orang tewas dalam kebakaran yang melanda sebuah pabrik sepatu di Lahore, dekat perbatasan dengan India.
Arus pendek yang terjadi di sebuah generator pabrik diduga menjadi penyebab kebakaran itu. Puluhan orang lain juga mengalami luka-luka di pabrik garmen di Karachi saat mereka melompat dari jendela bangunan empat lantai untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Para kerabat pekerja pabrik yang terjebak di bangunan itu berteriak dan menangis. Mereka sempat terlibat baku hantam dengan polisi saat para anggota tim penyelamat berusaha menyelamatkan orangorang yang telah putus asa itu.
“Sejauh ini kami telah menemukan 110 mayat dan masih mencari korban lagi,”papar kepala pemadam kebakaran Karachi Ehtesham Salim kepada AFP.
“Kami menemukan puluhan orang tewas di sebuah ruangan besar di basement pabrik itu. Mayat-mayat itu terbakar habis. Dan, sebagian yang masih berasap, kami padamkan sebelum membawanya ke rumah sakit.”
Seperti dikutip BBC, Salim mengatakan bahwa stafnya mencoba menyelamatkan sekitar 20 orang yang terjebak di bawah tanah dan di lantai empat. Sayangnya, bangunan itu diketahui tidak memiliki pintu darurat atau sarana alternatif untuk melarikan diri. Akibatnya,sebagian besar korban tewas karena mati lemas.
“ Kami menemukan orangorang yang meninggal karena sesak napas yang disebabkan asap yang sangat beracun.Mereka meninggal terlebih dahulu dan kemudian tubuh mereka dibakar oleh kobaran api,” ujar Salim. Pabrik itu membuat pakaian dalam dan perlengkapan plastik.
Belum diketahui apa penyebab kebakaran ini tapi Menteri Perindustrian Provinsi Sindh, yang beribu kota Karachi,Rauf Siddiqi,mengungkapkan,pemilik pabrik itu diperiksa atas dugaan kelalaian.
“Kami memerintahkan penyelidikan tentang bagaimana kebakaran terjadi dan mengapa pintu darurat yang layak tidak ada di pabrik sehingga pekerja bisa menyelamatkan diri,” ujar dia kepada AFP.
Kepada Reuters, Superintenden Senior Polisi Amir Farooqi memaparkan bahwa polisi sedang menyisir Karachi untuk mencari pemilik pabrik itu. Kritik menyebutkan, Pemerintah Pakistan terlalu korup dan tidak efektif dalam memfokuskan kesejahteraan pekerja dan dipusingkan dengan masalah lain,dari kurangnya pasokan listrik,kemiskinan yang merajalela, hingga pemberontakan Taliban.
(aww)