AS desak Rusia tekan pemerintah Suriah
Minggu, 09 September 2012 - 17:55 WIB
AS desak Rusia tekan pemerintah Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun sulit, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton akan terus mencoba yakinkan Rusia untuk memberikan dukungan pada pihak internasional meningkatkan tekanan pada Presiden Suriah.
Sehari sebelumnya, Rusia menentang sanksi baru yang akan dijatuhkan PBB kepada Suriah jika Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak menghentikan pertempuran dan melepaskan kekuasaan.
Hillary akan mencoba mengunakan pendebatan realistis pada Rusia. "Jika perbedaan antara AS dan Rusia tetap ada, maka AS akan terus bekerja sama dengan negara yang sepaham, mendukung pemberontak Suriah untuk mempercepat kejatuhan Assad, dan akan membantu Suriah menciptakan demokrasi," ungkap Hillary seperti diberitakan BBC.co.uk, Minggu (9/9/2012).
"Kami harus memberikan lebih banyak tekanan dan kepada rezim pemerintahan Assad untuk mengakhiri pertumpahan darah dan segara memulai transisi politik," tambah Hillary.
Pemerintahan Obama berharap untuk terus meningkatkan tekanan pada pemerintah Suriah dalam sidang Majelis PBB dan akan memperkenalkan sanksi baru.
Usai mengikuti pertemuan puncak Summit Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Kawasan Asia Pasifik (APEC) di Moskow, Menlu AS kembali mengungkapkan ketidaksetujuannya atas pendekatan yang selama ini digunakan Rusia untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Hillary mengarisbawahi pembicaraanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa resolusi atas krisis Suriah akan efektif apabila menyertakan konsekuensi jika mereka tidak mematuhi apa yang telah mereka sepekati sebelumnya.
Hillary mengungkapkan, sebuah resolusi tanpa konsekuensi akan diabaikan oleh al-Assad. “Seperti yang kita lihat Assad terus melancarkan serangan terhadap rakyatnya,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, Rusia menentang sanksi baru yang akan dijatuhkan PBB kepada Suriah jika Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak menghentikan pertempuran dan melepaskan kekuasaan.
Hillary akan mencoba mengunakan pendebatan realistis pada Rusia. "Jika perbedaan antara AS dan Rusia tetap ada, maka AS akan terus bekerja sama dengan negara yang sepaham, mendukung pemberontak Suriah untuk mempercepat kejatuhan Assad, dan akan membantu Suriah menciptakan demokrasi," ungkap Hillary seperti diberitakan BBC.co.uk, Minggu (9/9/2012).
"Kami harus memberikan lebih banyak tekanan dan kepada rezim pemerintahan Assad untuk mengakhiri pertumpahan darah dan segara memulai transisi politik," tambah Hillary.
Pemerintahan Obama berharap untuk terus meningkatkan tekanan pada pemerintah Suriah dalam sidang Majelis PBB dan akan memperkenalkan sanksi baru.
Usai mengikuti pertemuan puncak Summit Forum Kerja Sama Ekonomi Negara-Negara Kawasan Asia Pasifik (APEC) di Moskow, Menlu AS kembali mengungkapkan ketidaksetujuannya atas pendekatan yang selama ini digunakan Rusia untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Hillary mengarisbawahi pembicaraanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa resolusi atas krisis Suriah akan efektif apabila menyertakan konsekuensi jika mereka tidak mematuhi apa yang telah mereka sepekati sebelumnya.
Hillary mengungkapkan, sebuah resolusi tanpa konsekuensi akan diabaikan oleh al-Assad. “Seperti yang kita lihat Assad terus melancarkan serangan terhadap rakyatnya,” pungkasnya.
()